
batampos.co.id – Aparat kepolisian dituntut kerja keras untuk membasmi pelaku kriminal jalanan yang semakin meresahkan belakangan ini.
Penangkapan Sarawi,20, Al,15, Rolan,18 serta Pa,16 empat pelaku begal yang menganiaya Sri Wardana hingga tewas oleh Polsek Batuaji, Sabtu (1/6) lalu belum menjamin keamanan dan kenyamanan warga saat berada di jalan raya.
Pasalnya sampai sampai saat ini warga mengaku, belum merasa aman jika berpergian di malam hari. Para pelaku kriminal jalanan seperti kelompok Sarawi diduga masih banyak yang berkeliaran dan menghantui jalan-jalan yang sepi.
Warga di Marina misalkan mengaku situasi jalan di sepanjang jalan Marina City hingga ke jalan Ahmad Dahlan Seitaming, masih cukup rawan saat ini. Para pelaku begal dan pelaku pemalakan masih berkeliaran di sepanjang jalan tersebut. Para pelaku umumnya adalah kelompok remaja bersepeda motor yang berkeliaran hingga larut malam.
“Semalam masih banyak yang bekeliaran. Sampai pagi malah mereka balap-balapan dan nongkrong di sini,” ujar Usman, salah satu petugas keamanan salah satu hotel di Marina.
Meskipun tak memergoki langsung melakukan aksi pemalakan atau begal pada malam itu, namun keberadaan kelompok remaja tersebut kata Usman, sangat mengkuatirkan sebab mereka kerap membawa senjata tajam untuk menakut-nakuti warga yang melintas.
“Kami yang ada di sekitar sini sudah tak nyaman sebenarnya dengan keadaan seperti ini. Apalagi di sini banyak wisatawan yang nginap. Tapi itu tadi, kami hanya bisa melihat dan mengeluh seperti ini. Tak berani kami usir atau larang mereka karena mereka berkelompok dan bawa pisau atau parang,” kata Usman.
Jika kondisi tersebut dibiarkan, sambung Usman imbasnya tidak saja pada bertambahnya korban kriminal jalanan lainnya, tapi juga memperburuk kondisi pariwisata Batam.
“Sempat ada korban dari wisatawan, tentu akan berpengaruh nantinya. Orang akan takut ke Batam kalau jalanan seram seperti ini,” ujar Usman.
Keluhan serupa juga disampaikan warga yang berdiam di simpang Tobing, jalan Diponegoro, Seitamiang. Kelompok remaja yang kerap berbuat onar seperti kelompok Sarawi tersebut masih berkeliaran sampai malam kemarin. Mereka kuatir jika kelompok-kelompok tersebut kembali membegal ataupun menganiaya pengguna jalan di sepanjang jalan tersebut.
“Apalagi di jalan ini cukup sepi saat malam hari. Jadi memang belum tenang,” ujar Linda, warga di Simpang Tobing.
Untuk itu warga berharap agar aparat kepolisian rutin melakukan pengawasan dan penangkapan terhadap para pelaku kriminal jalanan tersebut.
“Kalau saya tengok, masih kurang patroli polisi. Kalau sudah jam 12 malam keatas sudah sepih jalanan ini. Tak ada lagi mobil polisi yang lewat makanya mereka (pelaku kriminal) bebas berkeliaran,” ujar Linda.
Senada disampaikan warga di daerah Dapur 12, Sagulung yang berharap agar aparat kepolisian rutin mengawasi lokasi jalan di sana. Selama ini aksi begal, pemalakan dan jambret masih sering terjadi di sekitar jalan tersebut. Tidak sedikit warga yang jadi korban keganasan kelompok kriminal tersebut.
“Harusnya polisi rutin dan tegas. Patroli dan pengawasan ditingkatkan lagi. Kalau dapat pelakunya langsung ditembak saja,” kata Ian, warga perumahan Mandalai, Sagulung.
Sementara itu pihak kepolisian sendiri mengaku, sudah merespon keluhan dan kekuatiran warga tersebut dengan giat melakukan patroli pengamanan ataupun penindakan terhadap pelaku kriminal. Namun karena wilayah yang cukup luas dan pelaku yang sering berpindah-pindah tempat, cukup menyulitkan polisi untuk melakukan pengawasan atau penindakan.
“Atasan juga sudah instruksi tembak di tempat kepada pelaku kriminal. Tapi itu tadi, tidak semua tempat dan setiap waktu kami ada. Upaya patroli ataupun penindakan sudah kami maksimalkan selama ini,” ujar Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko.
Bahkan lokasi-lokasi rawan kriminal jalanan seperti Seitamiang hingga Marina misalkan, patroli pengawasan melibatkan dua polsek termasuk Polsek Sekupang. Namun disaat polisi melakukan patroli para pelaku kriminal jalanan tersebut mengelak atau bersembunyi.
“Patroli 24 jam sebenarnya di jalan itu. Tapi itu tadi ada saja cela kosong yang membuat jalanan itu jadi rawan,” kata Kapolsek Sekupang Kompol Ferri Afrizon.
Senada disampaikan oleh Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto yang mengaku sudah mengerahkan kekuatan maksimal untuk menekan angka kriminal jalanan di wilayah Sagulung. Namun karena kurangnya personil serta kesadaran warga untuk mengamankan diri dan keluarga masih minim, sehingga aksi kriminal masih saja sering terjadi.
Untuk itu kepolisian tetap menghimbau agar masyarakat tetap membentengi diri dengan memperhatikan keamanan pribadi atau keluarga di lingkungan tempat tinggal ataupun saat di jalan raya. (eja)
