batampos.co.id – Polda Kepri menurunkan tim pencari fakta, untuk mencari solusi atas kejadian pembakaran alat berat milik PT Kartika Jemaja Jaya oleh oknum masyarakat di Anambas Kamis (29/6) lalu. Tim pencari fakta ini diharapkan dapat mengumpulkan bukti-bukti, serta menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi di Anambas.
“Tim pencari fakta sudah turun pada Senin (3/7) lalu,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (4/7).
Selain menurunkan tim pencari fakta. Sam mengatakan tim satgas penanggulangan konflik bentukan dari gubernur juga ikut turun. Dalam satgas itu pihak kepolisian juga ikut terlibat. Baik tim pencari fakta ataupun satgas penanggulangan konflik bisa menciptkan kedamaian bagi masyarakat Anambas.
Ketegangan yang terjadi disana, diharapkan Sam bisa dapat reda dengan datangnya tim tersebut. “Semoga saja semuanya permasalahan selesai,” ujar Sam.
Aksi pembakaran terhadap 15 unit buldozer, 2 excavator, 2 dumtruck, 2 pick up, dan 2 loader, 2 logging trailer merupakan buntut penolakan warga pulau Jemaja dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terhadap rencana PT KKJ untuk mengembangkan perkebunan karet seluas 3.605 hektar di pulau Jemaja.
Masyarakat menyadari dampak negatif yang akan terjadi pada ekosistim pulau, jika ada pengembangan perkebunan karet. Masyarakat pulau Jemaja lebih memilih pengembangan perikanan dan wisata bahari sebagai sumber ekonomi masyarakat. (ska)
