batampos.co.id – Pemerintah Daerah kabupaten kepulauan Anambas mengerjakan 77 paket pekerjaan dengan nilai diatas Rp 200 juta yang masuk dalam daftar lelang. Dari 77 paket lelang tersebut memerlukan pagu anggaran sebesar Rp 181 miliar.
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat daerah kabupaten kepulauan Anambas Tety Arnita, menjelaskan awalnya hanya ada 72 paket saja tapi ada tambahan karena ada pengadaan yang tidak bisa didapatkan dengan e-catalog.
“Dari dinas kesehatan ada pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan yang tidak ada di e-catalog. Sehingga harus masuk paket lelang,” ungkapnya kepada wartawan Jumat (7/7).
Dari data terakhir semester pertama per 30 Juni, dari jumlah
keseluruhan paket pekerjaan yang ada tersebut, 62 paket diantaranya sudah diterbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) pelelangan sementara itu 15 paket lainnya belum bisa diterbitkan karena belum ada permintaan dari Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Dari 62 paket pekerjaan yang sudah diterbitkan SPT, ada 38 paket pekerjaan yang sudah selesai lelang atau sudah ada pemenang tender. Sementara itu 23 paket lainnya belum ada pemenangnya.
“Sementara itu satu paket lagi dinyatakan gagal lelang,” ungkapnya lagi.
Dari 38 paket yang sudah ada pemenangnya itu kata Tety, tidak termasuk proyek strategis. Saat ini untuk proyek strategis baru dalam proses pelelangan seperti kantor bupati, masjid agung dan sebagainya.
Sebelumnya, Sejumlah proyek strategis yang memerlukan pendampingan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) sudah mulai dilelang meski belum seluruhnya dilelang. Data dari bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten keplauan Anambas
menunjukkan jika saat ini ada 9 dari 14 proyek strategis yang sudah diterbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) pelelangan.
Sembilan proyek yang sudah diperintahkan untuk dilelang ini merupakan proyek yang paling besar seperti Pembangunan masjid Agung Kabupaten Kepulauan Anambas yang total biaya keseluruhan mencapai Rp 60 miliar, lanjutan pembangunan kantor bupati sebesar Rp 23 miliar, pembangunan jalan menuju pusat perkantoran melalui Air Padang yang membutuhkan biaya sebesar Rp23 milliyar dan sejumlah paket terbesar lainnya. (sya)
