batampos.co.id – Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, retribusi parkir yang diterima Pemko Batam tak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya parkir. Untuk itulah ia meminta Dinas Perhubungan agar lebih memaksimalkan pendapatan dari sektor parkir tersebut.
“Tahun ini pengeluaran gaji tenaga harian lepas petugas parkir Rp 15 miliar. Sedangkan retribusi yang masuk belum capai angka Rp 3 miliar,” kata Nyanyang, Jumat (7/7).
Ia menuding, banyaknya titik parkir liar menjadi penyebab merosotnya pendapatan dari sektor parkir tepi jalan umum. Bila tahun ini ditargetkan Rp 30 miliar dengan asumsi Rp 15 miliar untuk biaya operasional parkir. Sementara sisanya masuk ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Batam.
“Komisi III sudah menekan Dishub supaya lebih maksimalkan sektor parkir. Karena sebagaimana diketahui banyak kebocoran-kebocoran di sektor ini. Sementara biaya operasional sendiri tinggi,” tutur Nyanyang.
Selain itu, Nyanyang mengaku sudah berkordinasi dengan Dishub agar mengubah sistem perpakiran saat ini. Dari konvensional menjadi parkir online. Sebab, jika parkir dengan sistem ini masih diterapkan, mustahil target PAD dari parkir tepi jalan umum sebesar Rp 30 miliar akan tercapai hingga akhir tahun.
“Ada dua rekomendasi. pertama menertibkan parkir liar yang menjadi kebocoran PAD. Kedua mengubah sistem parkir menjadi online, dengan dimonitori oleh CCTv. Sistem ini sudah berjalan di kota-kota besar, sehingga diprediksi bisa meningkatkan PAD kita di atas Rp 30-100 miliar per tahun,” katanya.
Untuk peralatan sendiri, ia mengaku sudah harus dipikirkan dinas perhubungan. Apakah dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan titik-titik parkir yang potensial.
“Jadi ke depan parkir kita tak lagi menerima uang tunai, karena pembayaran langsung kepada mesin online tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Batam, Tongam mengaku saat ini jumlah titik parkir di Batam berjumlah 555 titik dari 635 titik total potensi secara keseluruhan. Dibanding tahun lalu ada penambahan sekitar 200 titik parkir baru. Penambahan paling banyak di Batuaji dan Batamkota.
“Nongsa yang sebelumnya belum ada titik parkir sekarang sudah ada,” kata Tongam.
Penambahan titik parkir ini diharapkan menjadi solusi dalam merealisasikan target rerribusi parkir tepi jalan yang sebesar Rp 30 miliar.
“Target besar. Harus maksimalkan dengan mengurangi kebocoran. Dan saat ini kita juga tengah menertibkan titik-titik parkir liar yang ada di kota Batam,” jelasnya. (rng)
