Kamis, 23 April 2026

Minggu Puncak Arus Balik di Anambas

Berita Terkait

batampos.co.id – Arus mudik ke Kabupaten Kepulauan Anambas baru mengalami puncaknya pada hari Minggu (9/7). Pantauan di lapangan, pemudik kembali ke Anambas menggunakan KM Bukit Raya milik Pelayaran Nasional (Pelni) yang berangkat dari pelabuhan Kijang pada hari Sabtu (8/7) siang yang tiba di pelabuhan Letung dan pelabuhan Tarempa pada keesokan harinya.

Tidak tanggung-tanggung jumlah penumpang dari Tanjupinang menuju Anambas dan Natuna kurang lebih mencapai 1500 penumpang. Dengan rincian penumpang yang turun di Letung Sekitar 100-200 penumpang, di Tarempa turun 677 penumpang, sementara penumpang lanjutan menuju Natuna sebanyak 856 penumpang.

“Untuk penumpang dari Tarempa ke Natuna sekitar 100 penumpang saja, ” ungkap agen tiket pelni Tarempa Ikhsan kemarin.

Karena terlalu banyak penumpang, maka banyak penumpang yang tidak mendapatkan tempat tidur dan harus rela tidur dibagian luar dek kapal dan berdesak-desakan antara penumpang yang satu dengan yang lain. Bukan hanya itu, penumpang ada yang tidak mendapatkan tiket dan harus membeli dikapal.

“Kita yang ada tiket saja tidak memperoleh tempat tidur, padahal ditiket jelas nomer seat. Penumpang sudah penuh mulai dari pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta)” kata Edo salah satu penumpang yang berangkat dari pelabuhan Jakarta tujuan pelabuhan Tarempa (Anambas) kepada wartawan, Minggu (9/7).

Menurutnya, mestinya pihak Pelni harus bisa mengatasi persoalan yang selalu terjadi jika pelayaran tujuan ke Kepri ini saat arus mudik balik atau libur panjang. Hal ini bukan pertama kali dialami oleh masyarakat Kepri, namun belum ada solusi yang jelas. “Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh semua pihak, baik itu dari Pelni maupun Pemerintah,” tegasnya.

Tidak sedikit para penumpang saling dorong ketika menaiki tangga kapal dan belum lagi ada yang membawa anak dan bayi, harus berdesakan untuk saling mendapatkan tempat tidur.

Ketika ia melihat langsung disetiap lorong-lorong kapal baik itu bagian luar atas kapal atau bagian bawah para penumpang memadati untuk memperoleh tempat duduk atau tidur. Ia sangat prihatin dengan hal semacam ini dan tidak mestinya dialami oleh masyarakat yang katanya sudah modernisasi, tapi fakta dilapangan cukup berbeda dengan janji yang diucapkan.

“Wah kalau kita lihat para penumpang kemarin sangat prihatin dan belum lagi saling berdesakan. Saya harapkan kedepannya ada perubahan yang lebih baik lagi terhadap pelayanan kenyamanan dalam menikamati fasilitas yang dimiliki kapal tersebut,” ujarnya. (sya)

Update