Minggu, 19 April 2026

Usai Lebaran, Tanjungpinang Inflasi 0,46 Persen

Berita Terkait

batampoas.co.id – Selepas Lebaran, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,46 persen. Kendati masih lebih rendah ketimbang inflasi di Kota Batam, tetap saja inflasi memang harus ditekan. Karena jika semakin tinggi inflasi akan berdampak buruk pada laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau, Panusunan Siregar menjelaskan, inflasi di Tanjungpinang pada Juni 2017 disebabkan ongkos angkutan udara dan tarif listrik.

“Apalagi kemarin musim balik kampung. Jadi permintaannya pasti cukup tinggi kemudian listrik juga kebetulan sedang dinaikkan oleh pemerintah,” kata Panusunan, kemarin.

Usai momen Lebaran, diyakini pengaruh inflasi di Tanjungpinang akan kembali seperti semula, yang kerap kali disebabkan bahan makanan sebagai daftar teratas. Wortel, misalnya. Biasanya ketika hari-hari biasa komoditas pangan ini berada di daftar teratas penyebab inflasi di Tanjungpinang. Sementara pada bulan lalu, wortel berada di posisi tiga buncit dari bawah.

Ada pun daging ayam ras, kemudian berturut-turut ketimun, tongkol, selar, telur ayam adalah penyebab inflasi setelah angkutan udara dan tarif listrik. “Ya kalau ayam mungkin karena kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran kemarin,” ujar Panusunan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemko Tanjungpinang, sambung Panusunan, harus mampu mempertahankan laju pertumbuhan inflasi ini hingga akhir tahun. “Kalau bisa tetap di bawah 0,5 persen,” ungkapnya.

Untuk diketahui, angka laju inflasi Tanjungpinang Juni lalu masih lebih rendah dibanding Batam yang mencapai 1,4 persen. Sedangkan untuk wilayah Sumatra, laju inflasi tertinggi dialami Kota Tanjung Pandan dengan angka 1,83 persen. “Perlu kerja keras antarinstansi agar inflasi daerah kita tetap di angka rendah,” pungkas Panusunan. (aya)

Update