batampos.co.id – Kepala desa Batubi Jaya Natuna, Slamet hingga saat ini belum kembali ke rumah. Sejak kabur bersama ratusan juta dana kas Desa.
Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Komarudin mengatakan, kasus kaburnya Kades Batubi Jaya yang dilaporkan masih meminta keterangan saksi – saksi.
“Kami masih kumpulkan bukti dan saksi. Terkait dana Desa yang raib bersama kepala Desa,” kata Komarudin, Kamis (13/7).
Sejauh ini, baru meminta kerangan dari BPD setempat. Penyebab kaburnya Kepala Desa. Nantinya dari inspektorat juga bisa menjadi saksi.
“Kasus ini belum mengarah adanya kerjasama perangkat Desa. Untuk gelapkan dana ratusan juta di kas Desa,” ujar Komaruddin.
Sebelumnya, Ketua BPD Batubi Jaya Ruslan mengatakan, selaku BPD Batubi Jaya tidak mengetahui kemana aliran kas Desa digunakan Slamet.
Dikatakan Ruslan, Kas Desa yang tidak bisa dipertanggung jawabkan Kepala Desa belum diketahui pastinya. Karena tahun 2016 lalu, Desa Batubi Jaya menerima alokasi dana mencapai Rp 3,6 miliar.
Namun kemungkinan digelapkan, adalah dana pengadaan dan operasional Desa yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
“Dana pengadaan tenda dan kursi saja tidak besar, sekitar Rp 68 juta. Tapi ada pengadaan lain dan ada operasional Desa yang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh Kepala Desa, sekitar Rp 300 juta tahun 2016,” kata Ruslan.
Diakui Ruslan, masyarakat juga tidak menyangka kelakuan Kades yang dipilih tahun 2013 lalu ini tidak bertanggung jawab. Karena tidak terlihat anggaran Desa digunakan membangun aset pribadinya.
“Rumahnya sekarang biasa saja. Tak ada yang mewah, tak tahu lah kalau Jawa sana. Kebetulan asalnya dari Jawa,” ujar Ruslan.(arn)
