Rabu, 15 April 2026

Siap-siap Siswa yang Masuk Sekolah sebab “Bayar” akan Dikeluarkan

Berita Terkait

Calon siswa Sekolah Menengah Kejuruan antri saat daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 2 Batam, Selasa (11/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Praktik pungutan liar (pungli) yang mewarnai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, ternyata sampai juga ke telinga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Menurutnya semua bentuk pungli harus dibuktikan kebenarannya.

“Pada siapa mereka kasih uang itu, coba kasih tahu saya,” kata Rudi, Kamis (13/7).

Pria yang pernah menjabat anggota DPRD Batam ini kuatir jika orangtua tertipu dengan calo yang menjanjikan satu kursi kepada anak-anak mereka. Untuk itu penambahan rasio kelas yang tengah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Batam mengutamakan mereka yang masuk dalam bina lingkungan.

“Intinya jika ada mereka yang bina lingkungan (tinggal dekat sekolah, red)  tidak diterima, ini pasti ada permainan,” ujarnya.

Untuk itu, saat memasuki masa sekolah nanti semua siswa dan orangtua yang masuk pada PPDB gelombang kedua akan dikumpulkan.

“Nanti semua ikut apel di masing-masing sekolah mereka, saya akan tugaskan OPD untuk turut memimpin apel tersebut. Saya akan tanya siapa yang bayar, kalau ada ya keluarkan saja dari sekolah,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai wakil walikota Batam ini.

Mengenai penambahan rasio yang telah diberitakan sebelumnya, menurut Rudi PPDB sudah terselesaikan. Satu kelas 40 siswa dinilai cukup untuk menampung jumlah siswa yang tidak tertampung paska PPDB, Senin (3/7) lalu.

“Selesainya itu sama Pak Muslim,” ujarnya.

Mengenai jumlah siswa yang berhasil ditampung paska PPDB, Rudi mengaku belum menerima informasi dari Kepada Dinas Pendidikan Kota Batam. “Saya belum tahu, Pak Muslim belum lapor lagi ke saya,” sebutnya.

Disinggung mengenai penambahan guru, dia menyebutkan belum mau berkomentar jauh, karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil rasio yang tengah dikerjakan Dinas Pendidikan.

“Saya tak mau bicara soal penambahan guru dulu, kalau bisa satu kelas 40 siswa dan tidak ada penambahan kelas beartti jumlah guru masih cukuplah,” tutupnya.(cr17)

Update