
batampos.co.id – Kunjungan wisatawan ke Anambas tahun 2017 belum bisa diperiksa apakah akan terjadi peningkatan atau sebaliknya. Data awal dari Kantor Imigrasi Kelas III KKA hingga bulan Juli 2017 baru sekitar 109 orang. Sedangkan tahun 2016 silam kunjungan turis manca negara tersebut sekitar 160 orang lebih. Bahkan untuk bulan Januari dan Februari tidak ada sama sekali kunjungan wisatawan asing.
“Prediksi saya menurun, penyebabnya adalah menurunnya peserta Sail Anambas 2017, ” Ungkap Ikhsanul Humala Pane Kepala Kantor Imigrasi Kelas III KKA Senin (17/7)
Ikhsanul mengakui jika saat ini terdapat 8 kapal Yacht yang berlabuh di laut tepat di depan kota Tarempa, rata-rata yacht tersebut telah lama masuk ke Indonesia, mereka berlabuh di Anambas saat akan pulang. “Ada yang berasal dari Australia, dan dua kapal diantaranya merupakan peserta Sail Anambas 2017,” jelasnya.
Wisatawan yang masuk ke Anambas tersebut Lanjut Ikhsanul hanya datang untuk jalan-jalan, karena tidak melakukan aktivitas seperti Fhising, ataupun diving serta kegiatan lain, mereka benar-benar menikmati pesona keindahan alam, laut yang jernih. “Rata-rata turis yang datang usianya sekitar usia 60 tahun. Dan kalau ditanya tujuan, mereka jawab untuk menikmati masa tua,” ungkapnya.
Hingga saat ini tambah Ikhsanul belum ada keluhan dari para wisatawan, mengingat masyarakat kabupaten terdepan di provinsi Kepri itu sangat ramah dan sangat welcome terhadap para touris tersebut. Yang menjadi keluhan adalah tidak adanya brosur ataupun papan informasi bagi para turis untuk pergi ke Imigrasi ataupun Ke Beacukai. “Kendala bahasa menyebabkan touris tersebut kesulitan mendapakan informasi kemana mencari kantor imigrasi untuk mengurus izin mereka, ” jelasnya.(sya)
