batampos.co.id – Satu orang nakhoda dan dua orang kru dari speed boat Terubuk Express 03 yang biasa mengangkut penumpang dari Tanjungbalai ke Tembilahan mengalami luka bakar pada Ahad (16/7) pukul 18.00 WIB. Penyebabnya, kapal saat itu sedang mengisi bensin ke dalam speed boat menggunakan jerigen dan tiba-tiba ada percikan api, sehingga mengenai nakhoda dan kru kapal.
”Belum dapat dipastikan dari mana percikan api tersebut muncul, yang jelas, pada saat pengisian bensin ke dalam speed boat, kondisi mesinnya sedang mati. Akibat dari peristiwa tersebut, nakhoda kapal, M Nur dan dua orang kru kapal, Haskur Ranendra dan Egi Aidil terkena sambaran api dan mengalami luka bakar cukup serius,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Senin (17/7).
Penyidik sudah ke RSUD M Sani untuk melakukan penyelidikan terhadap ketika korban. Namun, sampai hari ini (kemarin, red) ketiganya belum bisa dimintai keterangan. Karena, masih dalam kondisi trauma. Selain itu, belum bisa memberikan keterangan secara jelas. Dari keterangan tim medis, M Nur mengalami luka sampai 70 persen. Yakni, bagian wajah, depan dan belakang mengalami luka bakar.
”Sedangikan, Hasku Ranendra dan Egi Aidil juga lumayan parah luka bakar di tubuhnya mencapai 50 persen. Selain itu, Tim Inafis Polres Karimun juga sudah melakukan pengecekan dan identifikasi ke speed boat Terubuk Express 03, memang ada tanda-tanda bekas terbakar. Seperti, 4 buah tempat duduk dalam speed boat bagian tengah dalam keadaan bekas terbakar. Begitu juga sampul kursi yang terbuat dari kulit dalam keadaan hangus terbakat,” jelasnya.
Temuan lain, kata Dwihatmoko, hasil pemeriksaan Tim Inafis juga menemukan sampul atau penutup kemis boat hangus terbakar. Begitu juga, lampuawak kapal terbakar bagian belakang hangus terbakar dan selang tempat pengisian minyak bagian belakang kapal hangus terbakar. Sedangkan kondisi kapal dalam keadaan baik atau tidak terbakar. Dalam pertistiwa tersebut juga tidak terjadi ledakan. (san)
