
batampos.co.id – Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengaku ada yang nekad menjual namanya saat proses penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini diketahui setelah adanya komunikasi dengan kepala sekolah SMA.
“Ada juga yang jual-jual nama saya,” kata Amsakar, usai rapat Paripurna di gedung DPRD Batam, Senin (17/7).
Namun, Amsakar enggan membeberkan nama sekolah yang ada mencatut nama beliau. “Nama anak yang diikutsertakan seolah-olah titipan saya itu sudah diinventarisir oleh oknum-oknum tertentu selama dua minggu,” jelasnya.
Terkait masalah pungli, Amsakar mengaku hal ini tak bisa dipungkirinya. Apalagi persoalan itu kerap muncul ke permukaan dari waktu ke waktu setiap kali proses PPDB. Padahal, sikap pemerintah sendiri dinilai sudah jelas.
“Tak ada rupiah yang beredar,” tegasnya.
Tekait sanksi pemecatan bagi pelaku pungli, Amsakar juga bukan sekedar gertakan. Hal itu dibuktikan adanya kepala sekolah tingkat SD yang dipecat beberapa waktu lalu, setelah Amsakar melakukan inspeksi mendadak ke sekolah bersangkutan. (rng)
