batampos.co.id – Menghindari kekosongan jabatan direktur Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) Karimun, untuk sementara diambil alih oleh komisaris BUP. Ini setelah Direktur BUP Indrawan Susanto meninggal, Rabu (19/7) di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

BUP Karimun merupakan Badan Usaha Milik Pemkab karimun yang bergerak di sektor pelabuhan.

”Sesuai dengan ketentuan, maka untuk sementara saya selaku komisaris langsung mengambil posisi diorektur. Artinya, BUP merupakan suatu usaha dibidang jasa, sehingga harus tetap beroperasi. Untuk menunjang kegiatan-kegiatan operasional yang membutuhkan peran direktur, maka saya berinisiatif mengambil alih jabatan tersebut. Namun, jika dalam dua atau tiga hari ke depan ada surat resmi dari Bupati Karimun siapa yang akan ditunjuk sebagai derektur, maka akan diserahkan ke orang yang ditunjuk tersebut,” ujar Cendra NZ yang juga menjabat sebagai ketua BP FTZ Karimun.

Meski mengambil alih posisi sebagai derektur BUP, kata Cendra, dia tidak bisa menandantangani administrasi yang berkaitan dengan keuangan. Karena, kewenangan itu memang tidak ada. Tapi, juga dibutuhkan saran atau bertemu dengan pihak ketiga untuk menjalin bisnis, maka dia bisa melakukan hal itu. Bahkan, hampir dua pekan terakhir sejak Indrawan Susanto sakit dia sudah turun ke lapangan.

Menyinggung tentang masa jabatan Indrawan Susanto sebagai direktur, Cendra menyebutkan, kalau dihitung masanya tidak lama sejak terpilih dan langsung bekerja itu waktunya sekitar satu setengah tahun, namun penghasilan untuk BUP cukup siginifikan.

”Meski hanya dalam waktu singkat memimpin BUP, kita memberikan apresiasi kepada almarhum. Sebab, pendapatan BUP mengalami peningkatan sampai 15 persen pada tahun lalu. Sumbernya dari tiga lokasi pelabuhan. Yakni, pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Parit Rampak dan Pelabuhan Selat Beliha di Kundur Barat,” jelas Cendra yang juga Ketua BP FTZ Karimun ini. (san)