Kamis, 16 April 2026

11 Investor Bersaing Ikut Tender Pengembangan Hang Nadim

Berita Terkait

Bandara Hang Nadim Batam. Foto: batampos

batampos.co.id – Upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam benar-benar menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai bandara internasional mendapat respon dari berbagai perusahaan Internasional yang bergerak di pengembangan dan pengelolaan bandara.

Hingg saat ini, tercatat sudah ada 11 investor yang menyatakan bersedia ambil bagin dalam tender pengembangan dan pengelolaan Banda Internasional Hang Nadim yang akan dilelang akhir 2017 ini.

“Angka penumpang yang melalui Hang Nadim sudah mencapai lebih dari 6 juta setahun. Tumbuh 10 persen tiap tahunnya. Makanya perlu pengembangan lagi,” kata Pelaksana Harian Direktur Hang Nadim, Dendi Gustinandar di Gedung Marketing BP Batam, Senin (17/7).

Kesebelas investor tersebut antara lain Incheon dari Korea Selatan, GMR Group dari India, GVK Mumbai juga dari India, Mitsui dari Jepang, Vinci dari Prancis, Angkasa Pura 2 dari Indonesia, Regnum Resource dari Singapura, Zurich Airport dari Swiss, Munich Airport dari Jerman.

“Dua lagi perusahaan konsorsium asal Cina. Satu lagi dari grup perusahaan lokal Indonesia,” tambah Dendi.

Sebagian besar dari investor-investor tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan. Namun ada juga yang bergerak di bidang manufaktur seperti Matsui atau GVK yang bergerak di bidang komunikasi.

Ke-11 Investor ini telah mendapatkan penjelasan langsung dari BP Batam mengenai keuntungan yang diperoleh ketika mengembangkan bandar udara Hang Nadim Batam.

“Status tanah seluas 1.762 hektar jelas. Kami sudah mempersiapkannya agar bisa dikembangkan sesuai keinginan BP Batam,” jelasnya lagi.

Sedangkan untuk investor yang telah mengembangkan ekspansinya di Batam saat ini yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) sudah menyetujui untuk menggunakan lahan seluas 23 hektar di samping lahan milik Lion Air seluas 29 hektar.

“Dengan demikian maka Hang Nadim akan menjadi cluster industri. Saat ini GMF tengah mempersiapkan tim pengukur yang akan datang ke Batam untuk melakukan tugasnya,” tambah Dendi.

Dendi yakin jika semua lahan yang dimiliki GMF dan Lion dipakai akan memberikan pekerjaan untuk 20 ribu tenaga kerja.”Namun mereka pasti akan mengambil yang berskill tentunya,” pungkasnya.(leo)

Update