Minggu, 19 April 2026

Batam Masih Kurang Pendonor Muda

Berita Terkait

foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Batam menyatakan stok darah di Batam untuk sebulan ke depan masih tercukupi. Sayangnya, pendonor darah muda di Batam tercatat hanya empat persen saja.

Seseorang dikatakan boleh mendonorkan darahnya setelah berusia 17 tahun. Artinya, kesadaran pendonor usia sekolah masih sangat kurang.

“Untuk usia 17-18 tahun hanya satu persen, dan 18-24 tahun ada tiga persen,” kata Dokter Unit Transfusi Darah PMI Batam, dr Minarni Eka Dewi, Kamis (20/7).

Sementara itu, pendonor usia produktif usia 25-44 tahun memegang peringkat pertama dengan persentase 50 persen. Dilanjutkan dengan pendonor usia 45-59 tahun sebanyak 26 persen. Sisanya di atas 60 tahun sebanyak satu persen.

Padahal, menurutnya semakin muda usia seseorang, maka semakin panjang rentan waktu mendonorkan darahnya. PMI Batam sendiri terus berupaya mencari pendonor muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah yang ada di Batam.

Dia mengatakan sebenarnya remaja di Batam memiliki antusias yang cukup tinggi, namun terhadang kondisi pendonor itu sendiri.

“Mulai dari kadar Hemoglobin (Hb) yang tidak memenuhi syarat dan rasa takut terhadap jarum suntik jadi penyebabnya juga,” ujarnya.

Eka menerangkan donor darah sendiri selain baik bagi kesehatan, secara tidak langsung juga menjadi salah satu cara mengetahui apakah seseorang itu sakit atau tidak.

“Donor darah bisa dibilang adalah pemeriksaan gratis yang bisa dinikmati pendonor, karena setiap darah akan melalui pemeriksaan penyakit seperti, HIV, sifilis, Hepatitis B dan C,” terangnya.

Terlepas dari hal tersebut, PMI Batam terus berupaya menginformasikan manfaat donor darah dan kepalangmerahan kepada para remaja.

Batam sendiri setiap bulannya rata-rata memerlukan 1.500 kantong darah. Kebanyakan stok ini berasal dari pendonor sukarela yang tiap tiga bulan rutin mendonorkan darahnya.

“Saat bulan puasa lalu, jumlah pendonor sukarela turun, sehingga untuk mengantisipasi kebutuhan darah tersebut, kami menyarankan keluarga pasien untuk mencari donor pengganti,” paparnya.

Kekurangan darah yang biasanya terjadi, bukanlah pada jumlah kantong darah secara menyeluruh. Dalam satu kantong darah tersebut punya tiga komponen berbeda, yakni sel darah merah, plasma dan trombosit.

Sel darah merah mampu bertahan hingga satu bulan ke depan. Untuk plasma darah mampu bertahan hingga berbulan-bulan.

“Nah, untuk trombosit inilah yang biasanya dikatakan kurang, karena daya tahannya yang hanya 4-5 hari saja,” jelasnya. (cr18)

Update