batampos.co.id – Defisit keuangan daerah masih kemungkinan besar terjadi tahun ini. Tidak ada cara lebih baik menangkal defisit kecuali menggaet lebih banyak pendapatan.
Untuk itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun diminta mulai berpikir serius perihal ini. Pasalnya, masih ada banyak potensi sumber daya yang bisa jadi pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) buat Kepri.
“Masih ada banyak potensi yang bisa digarap. Mulai dari kelautan, kehutanan, sampai pertambangan,” kata Angggota DPRD Kepri, Onward Siahaan, kemarin.
Di bidang kelautan, misalnya. Onward menyebutkan potensi raupan pendapatan dari sektor labuh jangkar saja mencapai Rp 60 miliar. Sayangnya, Gubernur Nurdin belum bergerak cepat. Sebagaimana diketahui bersama, untuk mencairkan dana yang masih mengendap dan tidak lagi menjadi jatah Badan Pengusahaan Batam itu, perlu landasan hukum berupa peraturan gubernur.
“Nah di sinilah Pemprov Kepri agak terlambat menerbitkan pergubnya. Baik itu pemungutan retribusi labuh jangkar dan air permukaan,” kata politisi dari Partai Demokrat ini.
Seharusnya, sambung Onward, ada upaya sungguh-sungguh dari Pemprov Kepri untuk memanfaatkan sektor ini. Di lain sisi, masih cukup banyak pula aset dan potensi daerah yang belum dimaksimalkan. “Padahal ini akan sangat membantu keuangan daerah seandainya defisit kembali terjadi tahun ini,” ujar Onward.
Terpisah, Asep Nurdin, Anggota DPRD Kepri lainnya juga mengingatkan Pemprov Kepri untuk lebih gencar meraup PAD tahun ini. Utamanya, kata Asep, yang menyangkut pajak dan retribusi daerah. Mulai dari pengawasan kepatuhan pajak hingga merumuskan aturan mengikat bagi wajib pajak yang nakal. “Karena itu penting koordinasi lintas instansi terkait,” ujarnya. (aya)
