Personel dari Kejari Natuna bersama TNI AL menaiki perahu karet sedang menyisir pelarian empat terdakwa pencuri ikan. Foto: Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Natuna masih terus mengejar empat terdakwa warga Vietnam kasus pencurian ikan yang kabur dari kantor Kejaksaan, Kamis (20/7) kemarin.

Dugaan sementara, keempat terdakwa tersebut sudah meninggalkan pulau Natuna menuju Vietnam menggunakan perahu nelayan. Sebab salah satu nelayan asal Batu Hitam, Kelurahan Ranai, mengaku telah kehilangan peompong yang ditambatkan di dermaga Batu Hitam.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Natuna, Waher Tarihoran mengatakan, pihaknya terus melakukan penyisiran perairan hingga laut persisnya ke arah Pulau Laut dengan dukungan kapal cepat mikik TNI AL.

“Siang kemarin kami sudah sempat menyisir, karena cuaca ekstrim, kami balik kanan. Pengejaran ini berdasarkan laporan seorang nelayan Batu Hitam, pak Usman yang kehilangan pompong miliknya di dermaga Batu Hitam,” kata Waher di temui di kantornya, Jumat (21/7).

Terkait kejadian ini, Waher mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh pos TNI AL yang di sejumlah kecamatan kepulauan terutama pos AL Pulau Laut.

“Selain koordinasi Lanal Ranai, kami juga meminta dukungan dari para nelayan di pulau bunguran, namun sejauh ini tidak ada yang melihat nelayan asing,” paparnya.

Saat ini Kejaksaan akan lebih memperketat gerak para terdakwa yang masih berada di rumah tinggal di kantor Kejari Natuna.

“Ini salah satu bukti bahwa keberadaan Rudenim di Natuna sangat penting,” ujarnya.(arn)