batampos.co.id – Hingga saat ini stok beras di Karimun masih mencukupi hingga bulan Agustus mendatang. Stok beras yang ada di gudang distributor mencapai 800 ton lebih. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli.

”Kemarin, kita rapat dengan Pak Bupati dan stakeholder terkait membahas stok beras. Dan direncanakan, beras bulog akan masuk ke Karimun,” jelasnya, kemarin (24/7).

Sehingga, kebutuhan utama masyarakat Karimun tidak ada masalah hingga bulan Agustus nanti. Dengan demikian, masyarakat jangan khawatir terhadap pasokan beras. Sedangkan harga beras sendiri, tidak terjadi kenaikan paska lebaran lalu.

”Kalau harga beras stabil tidak ada masalahlah. Kita tetap terus melalukan pemantauan di lapangan, terhadap pasokan beras,” tuturnya.

Sementara ditanya tentang apakah ada terjadi beras oplosan di Karimun. Ia mengatakan, beras oplosan dalam bentuk apa dulu. Hingga, saat ini belum ada ditemukan beras oplosan yang merugikan konsumen. Sebab, sudah terbentuk satgas pangan yang akan menindaklanjuti apabila ada ditemukan beras oplosan.

”Kalau stok beras tetap kita pantau. Sedangkan, pengawasan kewenangannya di Provinsi. Kita hanya memberikan informasi nantinya, kalau tindakan nanti pihak satgas panganlah,” jawabnya.

Sedangkan, pantauan di lapangan banyak jenis beras yang beredar dipasaran baik dipasar tradisional maupun pasar semi modern atau super market dengan bentuk kemarasan berbagai merk. Dimana kemarasan tersebut, tidak tercantum alamat, perusahaan yang mensuplay hingga tanggal kedaluarsa tidak spesifik. Mulai dari ukuran 5 kilogram, 10 kilogram, 25 kilogram. (tri)