batampos.co.id – Nelayan asal Teluk Setimbul, Ari Saputra, dilaporkan tercebur ke laut di perairan antara Karimun Anak dengan Pulau Asam, Tanjungbalai Karimun,Senin (24/7) dini hari. Ari tercebur ke laut saat bersama tekong, Mhon Mhon akan memasang lampu di jaring yang sudah terpasang.
”Kita dapat laporan itu pada pukul 03.25 WIB dari rekan-rekan nelayan bahwa ada nelayan tercebur. Pada saat itu, kita langsung turun ke laut untuk melakukan pencairan menggunakan satu unit speed boat patroli. Ikut dalam pencarian tersebut warga nelayan dari Sepedas, Pasir Panjang, Kecamtan Meral barat,” ujar Komandan Pos Takong Iyu, Lettu Laut (P) Himawan.
Sampai dengan pagi hari, kata Himawan, Adi Saputra nelayan yang jatuh belum ditemukan. Sehingga, tim yang melakukan pencarian naik ke darat untuk menemui Mhon agar mendapatkan informasi yang jelas tentang lokasi kejadian. Sebab, pada saat dilakukan pencarian, ponsel Mhon tidak bisa dihubungi disebabkan tidak mendapatkan sinyal. Setelah bertemu dengan tekong kapal jaring, diketahui lokasi jatuh antara perairan Karimun Anak dan Pulau Asam.
Berdasarkan keterangan dari tekong kapal jaring bahwa sebelum Ari Saputra jatuh ke laut, keduanya akan mengambil ikan di ujung jaring. Karena kondisi gelap, maka sebelum mencari ikan di ujung jaring terlebih dulun akan memasang lampu. Saat itu, Ari sedang memegang kemudi, sedangkan tekong berada di depan.
“Beberapa menit berjalan menyusuri jaring yang sudah dipasang, tiba-tiba haluan pompong dihantam ombak dan naik ke atas. Saat itu, tekong melihat Ari sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Pompong yang digunakan untuk menjaring ikan adalah pompong mesin tempel dengan kemudin di bagian belakang. Sehingga, ada dugaan pada saat kapal tiba-tiba terangkat kena ombak besar, Ari tercebur ke laut. (san)
