batampos.co.id – Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihadirkan RSUD Natuna ternyata tak pernah dibuang sejak beroperasi. Limbah B3 tersebut hanya disimpan dalam bak saja. Hal tersebut menyebabkan lahan disekitarnya tercemar limbah.

Kondisi tersebut, sudah dikeluhkan pemilik lahan. Karena limbah B3 yang disimpan dalam bak meluap dan mengaliri parit pembuangan dan merembet di tanah warga sekitar RSUD.

“Lahan saya sudah tidak bisa ditanami lagi. Ikan diparit saja mati disana. Itu sudah lama, bak penampungan limbah sudah lebih kapasitas, apalagi kena air hujan, itu air limbahnya tumpah,” ujar Roni, pemilik lahan sekitar RSUD Natuna, Senin (24/7).

Sejauh ini pengelolaan limbah B3 di RSUD Natuna hanya dikelola sendiri oleh RSUD Natuna, melubernya limbah B3 sampai mencemari lahan milik warga sekitar RSUD.

Sejauh ini Pemkab belum mengambil tindakan tegas seperti penjatuhan sanksi kepada RSUD Natuna yang tidak mampu mengelola limbah B3 hingga mencemari lahan milik warga sekitar RSUD.

Sementara itu, Direktur RSUD Natuna Faisal mengakui bahwa limbah limbah B3 yang dihasilkan dari operasional RSUD mencemari area sekitar RSUD. Untuk membuang limbah B3, Faisal mengaku tidak mempunyai biaya. Sehingga limbah hanya ditimbun saja.Faisal berjanji akan mengkonfirmasikannya ke Dinas Lingkungan Hidup, terkait kondisi penimbunan limbah B3. (arn)