Sabtu, 18 April 2026

Bacaan untuk Remaja, Tim Gabungan akan …

Berita Terkait

Anggota polisi berjaga-jaga di kantor Polsek Batuaji karena warga hendak mendemo Polsek tersebut, Senin (24/7). Didemonya Polsek tersebut karena salah satu dari mereka ditahan polisi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menyikapi informasi dari masyarakat yang semakin resah dengan aksi kejahatan jalanan, polisi bersama dengan TNI, Ditpam dan Satpol PP menggelar operasi gabungan di sejumlah titik yang rawan dengan aksi kejahatan jalanan seperti begal dan jambret.

Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Agus Joko mengatakan, patroli gabungan ini dilakukan untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa kasus penjambretan dan begal semakin marak terjadi di Batam.

“Sejauh ini begal dan jambret dikatakan marak di Batam. Oleh karena itu, mulai malam ini dilakukan patroli gabungan dengan instansi terkait,” ujar Agus sebelum memimpin apel persiapan patroli, Selasa (25/7) malam.

Dijelaskan Agus, tujuan utama patroli gabungan ini adalah untuk menciptakan suasa yang aman dan nyaman bagi masyarakat Batam. Terutama bagi masyrakat yang masih melakukan aktivitas pada malam hari.

“Sasaran utama operasi kita adalah begal dan jambret. Kita ingin menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polresta Barelang dengan menutup kesempatan pelaku tindak pidana,” tuturnya.

Bagi pelaku kejahatan yang diamankan petugas, nantinya akan langsung dibawa ke Polresta Barelang untuk diproses selanjutnya.

“Akan langsung diamankan dan kita proses di Polres jika kedapatan,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos, sebanyak 60 orang personil gabungan dilibatkan dalam operasi ini. Dari 60 personil itu, mereka dibagi menjadi dua tim. Tim pertama akan mengitari wilayah Nongsa dan Nagoya. Sementara, tim kedua akan mengitari wilayah Batuaji dan Sekupang.

Tim yang melewati Batuaji dan Sekupang, diharapkan untuk lebih meperhatikan sejumlah titik rawan. Diantaranya, tanjakan bukit Daeng, Piayu, Taman Makan Pahlawan (TMP) Bulang Gebang, Temiang hingga Tiban.

Sejumlah remaja yang kedapatan sedang ngumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulang Gebang langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Satu per satu dari mereka tidak luput dari pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan badan, hingga pemeriksaan di bagasi sepeda motor.

Dikarenakan tidak ada ditemukan barang-barang mencurigan, selanjutnya mereka diminta untuk langsung pulang. Usai dari sana, selanjutnya petugas melanjutkan perjalanan menuju Sekupang dengan melewati jalur Temiang yang rawan dengan aksi begal dan jambret.

Di sepanjang jalan Temiang tampak sepi, terlihat hanya satu per satu kendaraan yang melewati jalanan ini. Tidak tampak pengendara yang mencurigan disana. Tim gabungan pun melanjutkan menyisir kawasan Sekupang. Mulai dari taman kolam Sekupang hingga kawasan Tiban.

Lagi-lagi, tim gabungan juga tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan kembali lagi ke titik kumpul semula di Polresta Barelang.

“Karena wilayahnya luas, makanya kita bagi menjadi dua tim. Dari hasil patroli ini, tidak kita temukan adanya sesuatu yang mencurigan. Selanjutnya, patroli ini akan terus kita laksanakan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” imbuh Agus Joko. (cr1)

Update