
batampos.co.id – Ketua Pelaksana Pembekalan dan Pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan, Arusman Yusuf menuturkan, daftar tunggu JCH
di Kabupaten Bintan hingga tahun 2033 atau lamanya yang menunggu hingga
16 tahun. Kuota JCH yang dialokasikan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI per tahun sekitar 70 Jemaah Calon Haji (JCH).
“Tinggal dikalikan. Kalau setahun sekitar 70 orang yang berangkat. Kalau 16 tahun?” kata Kabag Kesra Setdakab Bintan ini kepada Batam Pos usai Pembekalan dan Pelepasan JCH di Aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (26/7).
Arusman menjelaskan, daftar tunggu haji sesuai antrean sejak JCH mendaftar. Tidak ada JCH yang didahulukan keberangkatannya kecuali bila ada JCH yang membatalkan keberangkatan, mutasi ke daerah lainnya atau meninggal dunia. “Kalau di atasnya kosong, otomatis akan naik,” katanya.
Arusman menerangkan, masyarakat akan mendapatkan kursi setelah membayar uang pangkal sekitar Rp 25 juta dari total biaya haji saat ini sekitar Rp 32 juta. Setelah mendaftar, masyarakat akan langsung masuk di dalam daftar tunggu. Untuk biaya pelunasan haji dengan kekurangan sekitar Rp 7 juta masih kata Arusman biasanya dilakukan sebulan sebelum calon haji berangkat ke Tanah
Suci.
Ia menambahkan, sebenarnya biaya naik haji sekitar Rp 54 juta. Hanya yang dibayarkan seorang calon haji sebesar Rp 32 juta. Untuk sisanya disubsidi dari dana optimalisasi haji.
Tahun ini, Arusman menyampaikan, di Bintan awalnya ada sebanyak 73 jemaah calon haji yang akan berangkat. Hanya, 2 orang masuk di kursi cadangan dan tidak berangkat, 2 orang melakukan mutasi keberangkatan dari daerah lain, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang lagi gagal berangkat. “Jadi tinggal 66 orang.
Itu sudah termasuk 1 orang tenaga pendamping haji,” tuturnya.
Wabup Bintan Dalmasri Syam berpesan agar CJH mempersiapkan mental, fisik dan kesehatan sebelum bertolak ke Batam dan bergabung dengan Jamaah Haji Kepri lainnya, Minggu (30/7).
“Laksanakan ibadah dengan ikhlas, semoga hal ini membawa keberkahan dan menjadi Haji yang Mabrur ” ujarnya.
Ketua Rombongan Iwan Mutaqim mengatakan, cuaca yang di atas 40 derajat celcius menjadi perhatian. Karena itu, jemaah calon haji harus membawa botol air dan selalu minum. “Per jam harus minum 100 mililiter,” katanya.
Ia juga mengingatkan kepada jemaah calon haji harus membawa obat-obatan agar ketika sakit sudah ada obatnya. “Di sana kemungkinan penyakit kan berbeda beda. Kalau pas sakit, jemaah calon haji setidaknya sudah tahu obatnya,” katanya. Di kesempatan itu, Dalmasri Syam secara simbolis menyerahkan bingkisan dan memasang Baju Batik Seragam bagi JCH. (cr21)
