Kamis, 16 April 2026

Eiky Kwok, Peraih Medali Perak Olimpiade WMI yang Aktif di Taekwondo

Berita Terkait

Siswa Avava School, Eiky Kwok bersama ayahnya Jefri, Kepala Sekolah Avava School, Santo M. Situmorang dan pelatih taekwondo Eiky, Sabeum Soewito Trikusuman. F. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Siswa Avava School, Eiky Kwok berhasil mendapatkan medali medali perak dalam Lomba World Mathematics Invitational (WMI) yang digelar di Vietnam pada 16-17 Juli kemarin. WMI merupakan Olimpiade Matematika Internasional yang berpusat di Taiwan. Setiap tahunnya WMI diikuti lebih dari 10 negara untuk memperebutkan medali dari WMI Organization.

“Ini pengalaman pertama saya. Ada ribuan peserta yang mengikuti lomba ini. Kemudian setiap setiap peserta dibagi per-kelas yang terdiri ratusan orang,” ujar Eiky yang ditemui di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Olimpiade WMI ini diikuti 10 negara, diantaranya Filipina,Taiwan, Amerika, Indonesia, Thailand, China, Hongkong, Malaysia, Macau, dan, Iran. Eiky menjelaskan untuk mengikuti olimpiade ini, ia mengikuti seleksi tingkat kota dan provinsi. Kemudian melanjutkan seleksi tingkat Nasional pada April lalu.

“Saya mempersiapkan diri dengan mempelajari soal WMI pada tahun-tahun sebelumnya. Sampai meminjam buku milik saudara di Singapura,” tutur siswa kelas IX ini.

Dalam ujian olimpiade ini, Eiky menyelesaikan ratusan soal matematika yang terdiri dari esay berbahas Inggris. “Soal yang diuji sama sekali tidak dipelajari di sekolah. Untungnya di sekolah setiap hari sudah berbahasa Inggris,” katanya.

Eiky mengaku dalam tahun berikutnya akan mengikuti olimpiade yang sama. Ia berharap dapat meraih medali emas. “Yang penting jangan merasa puas. Terus belajar,” tegasnya.

Tak hanya berprestasi di bidang sains, putra pertama dari pasangan Jefri dan Herna ini dikenal aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya. Eiky kini aktif berlatih taekwondo.

“Taekwondo sangat membantu kebugaran badan. Ini olahraga yang saya cintai,” tutur pemegang sabuk hijau ini.

Menurut Eiky, program ekstrakulikuler yang diikutinya sama sekali tidak menganggu waktu belajarnya.

“Kami selalu memberi kebebasan belajar kepada anak. Yang penting kami memberikan pendidikan yang cukup,” sambung ayah Eiky, Jefri.

Sementara itu, Kepala Sekolah Avava School, Santo M. Situmorang mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Eiky. Ia berharap Eiky dapat meraih prestasi yang sama dalam ujian nasional (UN) mendatang.

“Jangan berpuas diri. Ke depannya mudah-mudahan nama Eiky keluar dalam peraih nilai UN tertinggi,” kata Santo.

Hal senasa disampaikan guru taekwondo Eiky, Sabeum Soewito Trikusuman. Dia mengaku Eiky memiliki bakat yang besar dalam olahraga ini.

“Eiky menunjukkan kemajuan pesat dalam taekwondo. Ini menjadi bekal dirinya selain materi pelajaran di sekolah, anaknya juga sangat disiplin,” kata pemegang sabuk Dan III Internasional itu. (opi)

Update