
batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota Batam untuk menambah tenaga guru honorer sepertinya belum bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan saat ini Pemko belum memiliki anggaran yang akan digunakan untuk menggaji guru honorer tersebut.
“Rekrutnya jadi, hanya belum ada anggaran untuk bayar gaji mereka,” kata Rudi usai rapat di Lantai IV Pemko Batam, Selasa (1/8).
Menurutnya, jika perekrutan dilakukan saat ini, ditakutkan mereka tidak akan menerima haknya setelah menunaikan kewajibannya sebagai tenaga pendidik.
“Ga mungkin mereka kerja sukarela dong,” sebutnya.
Rudi mengungkapkan penambahan guru tersebut rencanakan akan diajukan pada pengajuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2017 nanti. “Sekarang pembahasan masih di tingkat internal,” ujar Rudi.
Dia mengatakan sedikitnya ada 167 tenaga guru honorer yang dibutuhkan pasca Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Juni lalu. Untuk jumlah guru yang akan direkrut nanti, Rudi menjelaskan sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada. “Jika anggaran kita mencukupi, akan direkrut sesuai kebutuhan,” tambah mantan Wakil Wali Kota Batam ini.
Hal senada juga diutarakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, menurutnya untuk gaji tenaga honorer minimal UMK Batam. Dia mengakui sekarang ini tidak ada guru yang mau digaji di bawah UMK, karena itu menyangkut kesejahteraan mereka.
Mengenai anggaran, pihaknya akan berusaha mengajukan pada pembahasan APBD-P nanti. “Ya kita usahakan nanti sesuai dengan instruksi pimpinan,” kata dia saat dijumpai usai menghadiri rapat di Kantor Walikota Batam, Selasa (1/8).
Muslim menyebutkan hingga saat ini kebutuhan guru di SMPN mencapai 101 orang, dan untuk SDN sebanyak 67 orang. Jumlah tersebut didapat setelah Dinas Pendidikan mengeluarkan kebijakan penambahan rasio perkelas hingga jumlah ruangan kelas pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018.
“Yang jelas ada anggaran kita akan langsung lakukan perekrutan,” tutup Muslim.(cr17)
