Seorang melihat gerbang taman warna-warni kebun Raya Batam di Nongsa, Rabu (2/8).Kebun Raya Batam mulai memperlihatkan keindahannya. Dari gerbang KRB, sudah terlihat taman tematik warna warni yang mempercantik kawasan taman tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kian hari, Kebun Raya Batam mulai memperlihatkan keindahannya. Dari gerbang KRB, sudah terlihat taman tematik warna warni, yang memanjakan mata. Tak hanya bunga saja yang berwarna warni, tapi juga bagian tepi paving bloknya dicat merah, kuning, hijau, ungu dan putih.

“Masih belum selesai, karena ada tanaman yang belum ditanam dan juga ada beberapa bagian paving blok belum di cat,” kata Pendamping Kebun Raya Bogor yang ditempatkan di KRB, Apep Prihidayat, Rabu (2/8).

Taman tematik ini, kata Apep tak berisikan koleksi khusus dari KRB dan berfungsi hanya sebagai display area. Taman ini terbagi dalam tiga kelompok tanaman yang memiliki daun berwarna warni, tanaman memiliki bunga beraneka warna dan tanaman berbunga kategori pohon.

Apep menjelaskan kelompok tanaman berdaun warna warni yakni Pandanus Pygmaeus, Rhoe Discolor, Codiaeum Variegatum, Acalypha, Dracaena Marginta dan Dracaena Reflexsa. Kelompok tanaman berbunga warna warni yakni Aracis Pintoi, Canna Hybrida, Tabernaermontana, Ruellia Ixora Janaica dan Hibiscus Rosa Sinensis. Lalu kelompok tanaman berbunga kategori pohon yakni Spathodea Tabebuya, Ficus Elastica.

“Itu sebagian saja, masih banyak yang lainnya,” ucapnya.

 F Cecep Mulyana/Batam Pos

Taman Tematik yang terletak di area selamat datang ini, tak hanya memikat karena tanamannya saja. Tapi dari taman itu, pengunjung bisa melihat daerah Batamcenter dari kejauhan. Pemandangan ini cukup memikat dan menenangkan bagi para pengunjung.

Selain taman tematik, Apep menuturkan pihak KRB juga menggesa pengerjaan tanaman koleksi. Beberapa koleksi langka KRB sudah mulai di tanam. “Untuk jenis palem sudah dibuatkan lubangnya. Kemungkinan September atau Oktober sudah selesai,” tuturnya.

Apep berharap KRB tak hanya jadi opsi pariwisata bagi masyarakat Batam saja. Tapi juga pembelajaran, masyarakat lebih mengenal tanaman khas daerah Kepri itu apa saja. “Kami sudah melakukan ekspedisi ke beberapa tempat di Kepri, untuk mencari tanaman khas,” ujarnya.

Dari pantauan Batam Pos, bagian pendestrian untuk pejalan kaki sudah diselesaikan pembangunannya. Tapi untuk jalan kendaraan masih kerkikil kasar. Tapi jalan ini sudah terhubung dengan seluruh tempat tanaman koleksi yang ada di KRB. Danau Buatan yang jadi salah satu destinasi menarik pengunjung, pengerjaanya juga sudah diselesaikan. (ska)

Respon Anda?

komentar