Gubernur Kepri Nurdin Basirun (tiga dari kiri) dan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah (dua dari kiri) saat memimpin rapat dengan OPD terkait laporan hasil reses DPRD Kepri. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun memanggil sejumlah OPD setelah menghadiri rapat paripurna hasil reses anggota DPRD Kepri. Beberapa hasil reses itu memang sejalan dengan beberapa kali kunjungan Gubernur ke lapangan.

“Hasilnya bagus-bagus. Apalagi terkait kebutuhan masyarakat. Makanya harus kita singkronkan dengan perencanaan tahun depan,” kata Nurdin di ruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Istana Kota Piring, Dompak Tanjungpinang, Rabu (2/8).

Nurdin langsung membahas singkronisasi kegiatan dan hasil reses. Tampak pada rapat itu Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang Naharuddin, Kadis Pendidikan Arifin Nasir, Kadis Perhubungan Jamhur Ismail dan pewakilan Dinas Pekerjaan Umum. Gubernur tampak membaca detil hasil laporan reses anggota DPRD itu.

“Apa yang dilaporkan DPRD dari hasil reses, begitu juga beberapa di antaranya yang ditemukan saat saya turun lapangan,” kata Nurdin dalam pengantar rapatnya.

Menurut Nurdin, inilah yang dinamakan konektvitas hati. Temuan dia di lapangan dan hasil reses angota DPRD dalam irama yang sama. Penyelesaiannya pun punya muara yang sama, memberi yang terbaik untuk rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Rabu (2/8) pagi, Gubernur didampingi Arif mendengarkan hasil Reses Anggota DPRD di Ruang Rapat Sidang Utama DPRD Kepri, Dompak. Sejumlah anggota DPRF Kepri melaksanakan reses selama sepekan sejak tanggal 7 hingga 14 Juli 2017 di setiap dapilnya.

Aspirasi masyarakat dari tujuh dapil diserap anggota DPRD. Mereka di antaranya lima anggota di Dapil Kepri 1 yakni Tanjungpinang, enam anggota dari Dapil Bintan-Lingga, enam orang dari Dapil Karimun, sepuluh orang dari Dapil Batam A, sepuluh orang dari Dapil Batam B dan lima orang dari Dapil Batam C serta tiga orang dari Dapil 7 Natuna-Anambas.

Beberapa catatan tentang pendidikan, misalnya dapat perhatian khusus Nurdin. Terutama soal daerah-daerah yang ingin pembangunan sekolah menengah atas. Apalagi tahun depan ada 20 sekolah yang akan dibangun untuk seluruh Kepri.

Nurdin menyebutkan, sejak Sekolah Lanjutan Tingkatan Atas diserahkan ke provinsi, pihaknya ingin pembangunan sekolah baru langsung lengkap. Sekolah-sekolah yang dibangun itu harus ada laboratorium dan sarana prasarana olahraga dan musholla.

“Guru-guru juga harus sudah tersedia. Harus ada tenaga pengajarnya yang berkualitas,” kata Nurdin, lagi.

Guru-guru yang ada sekarang pun, dalam beberapa kesempatan diingatkan Nurdin untuk ditingkatkan jenjang pendidikannya. Mereka, kata Nurdin harus didorong untuk terus ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Beberapa permintaan dermaga, diminta Nurdin untuk disingkronkan dengan perencanaan yang sudah dibuat. Karena dermaga menjadi kebutuhan penting masyarakat Kepri di pulau-pulau.

“Barang, hasil tangkapan atau pertanian bisa disebar ke kota jika pelabuhannya tersedia dan sangat baik,” kata Nurdin lagi.

Untuk Belakangpadang, misalnya, soal parkir motor di sekitar pelabuhannya agar dilihat kemungkinan perluasannya. Tentu juga dengan bangunan yang afa atapnya.

Hasil-hasil reses yang diserahkan itu, juga langsung diserahkan Nurdin kepada Sekda dan Kepala Barenlitbang Naharuddin. (bni)

Respon Anda?

komentar