Rumah masa kecil Ryan Thamrin. F. Yusnadi

batampos.co.id – Dokter tampan berperawakan tinggi besar, dikenal dari program TV Dr Oz Indonesia, telah pamit dari layar kaca sejak tahun lalu. Namun kepergiannya kali ini, memberikan duka bagi banyak kalangan. Termasuk warga Kota Tanjungpinang.

Kami keluarga besar Alumni SMPN 4 Tanjungpinang angkatan 92 turut berduka cita yg sedalam-dalamnya atas meninggalnya sahabat kami tercinta Dr Ryan Thamrin
Innalillahi Wa innalillahi Roji’un…

Bunyi salah satu kalimat duka yang sempat menghebohkan laman Facebook warga Kota Tanjungpinang. Hesta Meiriansyah, nama lahir dari pria yang dikenal dengan sebutan Dokter Oz di layar kaca ini meninggal dunia, Jumat (4/8) pagi kemarin.

Kepergian yang tak diduga dan tak disangka ini mengejutkan bagi warga Gang Tiup-tiup, Kelurahan Tanjungunggat. “Dari dulu kami panggil Ryan. Masa kecil Ryan memang di sini. Sampai akhirnya dia kuliah di Yogya,” tutur salah satu tetangga Ryan, Peter Matakena yang dijumpai Batam Pos, sore kemarin.

Rumah keluarga Ryan dan rumahnya hanya terpisah jalan setapak. Bernuansa kuning lembut, rumah berpagar hitam ini tertutup rapat. Tanda tak ada orang yang menghuni. Menurut penuturan Peter, rumah tersebut sebelumnya hanya dihuni oleh Famiah, ibu dari Ryan.

“Tapi memang Tante Miah sering ke Jakarta atau ke Pekanbaru. Termasuk kali ini, kami taunya tante ke Pekan. Ke rumah abangnya Ryan,” ucap Peter sembari sesekali melihat ke sisi kirinya, bagian muka dari rumah keluarga Ryan.

Mengenal Ryan sedari sekolah dasar, Peter meyakini bahwa Ryan sangat mirip dengan sosok mendiang ayahnya. Dari perawakan hingga pembawaannya.

“Tapi memang saya tak heran kalau dia bisa jadi seperti sekarang. Dari dulu anaknya memang pintar sekali,” kata Peter.

Setiap kali waktunya pembagian rapor sekolah, Ryan selalu menjadi juara di kelasnya. Kendati menjadi juara, Ryan pun tetap tak tebang pilih dalam berteman.

Ramah, sopan dan pendiam, kesan lain dari kalangan terdekatnya di tempat masa kecilnya dulu. Bahkan ia tak segan-segan memeluk para tetangga yang ia tuakan. “Rasanya sudah seperti keluarga sendiri. Karena memang dari zaman kakeknye Ryan saja keluarga kami sudah saling kenal,” beber Peter lagi.

Ryan kecil yang tumbuh menjadi seorang dokter nan berprestasi pun, masih dikenal dengan kesan yang sama. Apalagi setelah kemunculan perdananya di layar kaca.

“Saya ingat ibunya waktu itu yang kasih tahu ke kami. Nonton Ryan ya oma nanti ada di TV, kata tante ke ibu saya waktu itu,” ujar Peter kemudian.

Pengalaman yang sama juga dituturkan tetangga di sisi kiri rumah Ryan, Yanti. “Kami semua heboh mau nonton Ryan. Rupanya dia yang jadi Dokter Oz itu,” ujar Yanti kemudian.

Ryan yang juga alumni dari model majalah remaja, “Aneka Yess” ini, tentunya memukau siapa saja dengan senyuman tiga jarinya.

“Ya, Ryan sampai sudah terkenal masih sama dengan Ryan yang kami kenal,” papar Yanti bernada sendu.

Meski telah tenar, Ryan bahkan tak sungkan bergaul dengan para tetangganya seperti sedia kala. “Terakhir jumpa, sekitar tiga atau empat tahun lalu. Dia lagi terima telpon di sana, tapi masih sempat lambai-lambai kami yang lagi nyapu,” ungkap Yanti memegang erat ganggang sapu lidi, menahan pilu.

“Ryan sudah adik bagi saya. Dan kami pun selalu merasa dianggap keluarga dengan Ryan sekeluarga,” sambung Yanti lagi.

Kini senyum manis sang dokter, tinggallah kenangan. Bagi siapapun yang pernah mengenalnya. Segala yang baik-baik dalam hidupnya yang singkat, telah Ryan berikan kepada dunia. Sekaligus sebuah pesan kepada anak Tanjungpinang agar berani mengejar mimpi, seberapapun sulit itu. (aya)

Respon Anda?

komentar