Hanggar pesawat lion air di Bandara Internasional Hang Nadim Batam . F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Batam Aero Technic (BAT) Lion Group yang bermarkas di area Bandara Hang Nadim Batam merencanakan membuka layanan bongkar pasang mesin pesawat (major repair over haul). Oleh sebab itu, BAT sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia serta fasilitas.

“Jadi nanti di sini bisa bongkar mesin sampai sekecil-kecilnya. Lalu kembali dirakit, dan tenaga mesin dikembalikan seperti awalnya,” kata Presiden Director Batam Aero Technic Lion Group, Rai Pering, Kamis (4/8).

Major repair over haul ini, kata Rai mengatakan memerlukan tambahan pembangunan enggine shop. “Sudah dimulai tahun ini,” katanya.

Sementara itu sumber daya manusia yang ada, Rai menilai sudak cukup mumpuni. Tapi sebelum itu, para teknisi BAT akan dikirimkan ke Boieng, Airbus, CFM Amerika, agar dapat mendalami ilmu dan pengetahuan mereka. Teknisi yang dikirimkan ke Boeing dan Airbus ini, hanya dapat menangani satu jenis pesawat saja.

“Disana akan dilakukan transfer alih teknologi. Ahli Boeing yahh tangani Boeing saja. Ahli Airbus juga begitu,” tuturnya.

Rai mengatakan proses transfer alih teknologi ini semuanya berada di luar negeri. “Pusatnya disana,” ucapnya.

Untuk merekrutan SDM, Rai mengatakan pihaknya mengambil tenaga terampil dari lulusan SMK atau STM di seluruh Indonesia. Para pelajar terbaik lulusan ini diberikan kesempatan untuk belajar basic perawatan, perbaikan pesawat. Setelah memiliki dasar dari pengetahuan tentang pesawat, kata Rai mereka akan dipilah-pilah berdasarkan kemampuan dan skill.

“Ada yang kuat tentang bodi pesawat, kami masukan ke bagian itu. Lalu bagian avionik, kami kirim belajar alat navigasi ke amerika, pintar di komponen kami masukan dalam tim komponen. Tapi pada mulanya semuanya belajar basic dulu,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, BAT memberikan kesempatan karyawannya untuk sekolah ke universitas yang ada di Indonesia. Dan untuk Batam, BAT bekerjasama dengan Polteknik Negeri Batam.”Kami dorong mereka untuk terus belajar, mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang ada,” tuturnya.

Hingga saat ini, kata Rai sebanyak 400 pekerja yang sekolah ke berbagai universitas.

Saat ini BAT sudah memiliki lisensi dari berbagai negara yakni yang terbaru dari FAA Amerika, Malaysia, Thailand dan Indonesia. “Untuk lisensi Eropa sedang kami usahakan,” tuturnya.(ska)

Respon Anda?

komentar