batampos.co.id – Warga Kampung Batu Ampar Ranai, mendadak gaduh saat akan menunaikan ibadah salat subuh, pasalnya sebuah rumah kos – kosan hampir ludes terbakar, Minggu (6/8).

Menurut warga setempat, rumah kos – kosan tersebut masih dihuni. Namun saat kejadian kondisinya kosong. Dua unit mobil pemadam dikerahkan padamkan api.

Beruntung api segera bisa dipadamkan dan tak sampai merembet ke rumah warga sekitar. Warga cemas, sebab letak kos-kosan berdekatan dengan mesin pembangkit PLN dan kawasan padat pemukiman.

Zamri,45 warga setempat mengaku, kebakaran diketahui warga setelah api terlihat membesar. Karena saat kejadian, kos-kosan tidak ada penghuninya.

“Ada warga mau salat subuh, lihat api sudah besar. Lalu teriak – teriak kebakaran, warga berhamburan ke luar rumah,” ujar Zamri.

Api yang berhasil dijinakkan petugas kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik dari atas plafon rumah.

“Saat kebakaran itu, warga sebelumnya mencium bau kabel yang hangus,”ujar Zamri.

Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Natuna, Maryulis mengaku, petugas mendapat informasi warga. Dan bisa cepat tiba di lokasi yang tidak jauh dari kantor Damkar.

“Tadi sudah dilakukan pengecekan di dalam bangunan, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Penghuninya tidak berada di rumah,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, listrik PLN di Ranai sempat padam selama satu jam. Hingga api berhasil dijinakkan, listrik kembali normal.(arn)

Respon Anda?

komentar