Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Gintoyono Batong bersama pengurus LDII Kota Batam saat penutupan kegiatan bertajuk Cinta Alam Indonesia (CAI) di Pondok Pesantren Abdul Dhohir, Patamlestari, Sekupang. F. LDII Batam untuk Batam Pos

batampos.co.id – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar kegiatan bertajuk Cinta Alam Indonesia (CAI) di Pondok Pesantren Abdul Dhohir, Patamlestari, Sekupang. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 Agustus 2017 ini diikuti sedikitnya 800 peserta yang merupakan generasi muda.

Wakil Ketua DPD LDII Kota Batam Hj. Rahim Putra Hasan mengatakan CAI merupakan event rutin digelar setiap tahunnya. Camp CAI ini mengajak anak muda LDII berkumpul dan menggelar berbagai kegiatan positif seperti belajar keagamaan, mengaji, salat, doa malam, hingga kedisiplinan. Tujuannya adalah untuk membangun karakter generasi muda mejadi lebih peduli dengan alam.

“Peduli terhadap ciptaan Allah SWT, dan menumbuhkan rasa cinta untuk menjaga lingkungan,” kata Rahim usai menutup acara camp CAI di Pondok Pesantren Abdul Dhohir, Minggu (6/8).

Generasi muda LDII diharapkan membekali diri dengan ilmu pengetahuan, dan menciptakan pergualan yang sehat dan bermanfaat. “Sampaikan kebenaran dalam pergaulan, buatlah komunikasi yang positif, sehingga bisa terhindar dari paham yang mengacu pada radikalisme dan terorisme,” tegasnya.

Sementara itu Wali Kota Batam yang diwakili Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Gintoyono Batong mengucapkan terima kasih kepada LDII yang telah membantu Pemko dalam menciptakan generasi muda yang berahklak dan memiliki karakter membangun bangsa, terutama Batam.

“Sekarang kita tengah berbenah, bagaimana menciptakan lingkungan yang lebih islami, terutama di lingkungan Pemko Batam, dengan adanya peran penting LDII ini tentunya akan sangat membantu generasi muda di tengah pergaulan saat ini,” ujarnya.

Kapolresta Barelang yang diwakili Ipda Waluyo menuturkan kegiatan positif ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk mendulang ilmu, agar lebih paham agama. Dia tidak memungkiri generasi muda merupakan gerbang masuknya paham radikal dan lainnya. Oleh karena itu kegiatan ini bisa memblok pengaruh buruk terhadap perkembangan mereka.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, dan kami sangat apresiasi LDII mau menyediakan waktu demi menciptakan generasi muda yang berahklak ke depannya,” tutupnya. (cr19)

Respon Anda?

komentar