batampos.co.id – GM PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Surya Cahyadi mengaku terpukul hengkangnya PT Honeywell dari Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam. Pihak pengelola berusaha menyelusuri sebab tutupnya perusahaan yang merakit kotak hitam penerbangan itu.

“Jujur sedih, dia (Honeywell) tutup. Justru, kami berharap dia bertahan di sini,” kata Surya.

Surya menegaskan, usai mengumumkan resmi tutup, Honeywell tidak langsung menghentikan produksinya di Agustus 2017. Karena tutupnya dilakukan secara bertahap sampai benar-benar pabriknya tutup pada Maret 2018.

Sejauh ini, lanjut Surya, dirinya masih menyusuri sebab Honeywell tutup. Isunya, pabrik Honeywell di Penang, Malaysia akan lebih besar, isu lainnya cost atau biaya produksi doubel antara Honeywell cabang Indonesia dan Singapura. Namun, ada isu lain lagi yakni pemerintah Malaysia memanjakan Honeywell sampai membangunkan akses jalan ke perusahaan.

“Kita belum tahu apakah masalah regulasi di pemerintah yang tidak mendukung atau tidak, karena pihak honeywell sendiri masih tutup mulut,” katanya.

Manajemen Honeywell, jelasnya, hanya menyampaikan kebijakan ini diambil Honeywell pusat.

Disinggung subkon Honeywell yakni PT AMC Bintan, yang 60 persen produksinya dari Honeywell? Surya mengatakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke manajemen AMC dan AMC sejauh ini masih aman.

“Kalau nanti Honeywell benar-benar tutup, kapasitas produksi di AMC akan diganti, tapi kami juga berharap AMC tidak ikut hengkang,” katanya. (cr21)

Respon Anda?

komentar