batampos.co.id – Pembangunan pariwisata di Kepulauan Riau menunjukkan arah positif ke depannya. Namun, diyakini oleh banyak kalangan bahwasanya dengan memberikan lebih daya tarik, maka akan semakin memicu kunjungan wisatawan.

“Tapi memang itu kerja yang tak mudah. Harus simultan antara pihak pemerintah dan swasta. Dan itu bisa jadi trigger ke depannya,” kata Susiadi, GM Hotel Aston Tanjungpinang, kemarin.

Wacana pembangunan jembatan yang menghubungkan Batam-Bintan (Babin) dinilai Susiadi bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata Kepri. Dengan begitu, kata dia, akan semakin terbuka akses dari dua pulau sentral di provinsi ini.

Bagaimana pun, sambung Susiadi, akses yang mudah adalah faktor utama di balik suksesnya pembangunan pariwisata di sebuah daerah.

“Belum jadi Babin saja, pemerintah sudah berhasil merayu banyak maskapai untuk membuka jalur udara. Kalau jembatan ini jadi, pasti pengaruhnya akan besar ke pariwisata Kepri ke depannya, kata Susiadi.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, mengatakan sejumlah investor asing sudah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam proyek ini.

“Salah satu investor yang sudah mengirimkan proposal kepada kami adalah China Power Investment Corp. Banyak investor yang sudah menawarkan kerja sama, dan kami tengah melakukan evaluasi, terutama mengenai periode break-even (balik modal),” kata Nurdin.

Untuk diketahui, Jembatan Batam-Bintan pertama kali diinisiasi oleh Batam Industrial Development Authority (BIDA) pada 2005. Sebuah perusahaan Korea sempat tertarik berinvestasi pada proyek ini setelah melakukan studi kelayakan pada 2012, namun proyek ini mangkrak tanpa diketahui alasannya.

Adapun Batam memiliki jumlah populasi mencapai 1,2 juta orang, yang terkenal dengan industri alat berat dan perdagangan elektronik. Sementara populasi di Bintan mencapai 400.000 jiwa. Jembatan Batam – Bintan ini, selain untuk menggenjot ekonomi Kepri, diharapkan juga dapat memacu pariwisata. (aya)

Respon Anda?

komentar