Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling Edukasi Publik dan PBSI ke Pulau Terdepan Terpencil Tertinggal (3T) serta penandatanganan MoU Pilot Project BI Jangkau, di Pelabuhan Batu Ampar batam, Selasa (8/8).

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan kedaulatan mata uang rupiah harus terus terjaga di seluruh wilayah Indonesia. Jangan ada transaksi mata uang asing di wilayah NKRI.

Tidak hanya kedaulatan mata uang rupiah, kata Nurdin, tapi kedaulatan lain seperti ekonomi, kedaulatan pangan juga harus terus dijaga.

“Kita tidak rela, kedaulatan wilayah NKRI terancam. Karena akan mengganggu stabilitas wilayah negara kita tercinta, ” kata Nurdin Basirun saat pelepasan Tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling Edukasi Publik dan PBSI ke pulau terdepan Terpencil Tertinggal (3T) serta penandatanganan MoU Pilot Project BI Jangkau, di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Selasa (8/8).

Keberadaan uang rupiah, sudah seharusnya menjadi transaksi resmi dan sah di wilayah NKRI. Karena itu merupakan mata uang sah negara ini. Diakui Nurdin, di Kepri pihaknya terus melakukan pengawasan bersama pihak terkait. Karenanya, dia sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan BI bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut ini.

Kepala Bank Indonesia Batam Gusti Rizal Ekaputra menjelaskan program ini dilaksanakan bersempena dengan HUT Kemerdekaan ke 72 RI. BI bekerjasama dengan TNI untuk melayani kebutuhan akan mata uang rupiah hingga ke pelosok-pelosok pulau terdepan terpencil dan tertinggal.

Pihak BI, kata Gusti, terus berusaha memastikan seluruh transaksi ekonomi yang ada di pulau-pulau tersebut menggunakan mata uang rupiah. Jangan sampai transaksi yang ada di pulau-pulau tersebut menggunakan mata uang asing. Meski diakui tidak mudah bisa mendistribusikan mata uang rupiah hingga pulau-pulau terdepan, tapi komitmen BI akan terus dilakukan.

“Ini semua demi pengabdian dan sumbangsih bagi negara kita tercinta, “jelasnya.
Nantinya tim ekspedisi akan mengelilingi wilayah Jemaja, Tarempa, Ranai hingga pulau-pulau terluar yang ada di wilayah Kepri. Selain itu tim ekspedisi juga akan memberikan edukasi pembelajaran seperti pengenalan keaslian mata uang rupiah, hingga bantuan mesin genset ke setiap pulau yang disinggahi.

Danlatamal IV Tanjungpiang Laksamana Muda TNI Ribut Eko Sanyoto merinci sejauh ini, dari kurang lebih lima tahun program ini dijalankan, setidaknya sudah 17 pulau yang berhasil jelajahi bersama tim ekspedisi. Termasuk salah satunya yang sudah dilakukan yakni Kepri. Ini semua, guna memberikan pemerataan pembangunan di wilayah terdepan. (bni)

 

Respon Anda?

komentar