batampos.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1438, ratusan ekor sapi dari luar Kabupaten Karimun mulai didatangkan. Hal ini disebabkan di Kabupaten Karimun tidak memiliki peternakan sapi, sehingga harus didatangkan dari luar daerah, salah satunya dari Pekanbaru.

”Berdasarklan laporan yang kita terima saat ini jumlah sapi yang sudah masuk ke Tanjungbalai Karimun sebanyak 200 ekor. Dan, tidak menutup kemungkinan sampai akhir bulan ini jumlahnya akan bertambah banyak lagi. Untuk itu, salah satu tugas kita adalah melakukan pengawasan dengan pengambilan sampel darah terhadap ratusan ekor sapi tersebut. Tujuannya, untuk antisipasi penyakit pada sapi tersebut,” ujar Kabid Pertanian di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Syauki, Selasa (8/8).

Dinas Pangan telah bekerjasama dengan salah satu lembaga pertanian regional Sumatrea di Sumatrea Barat yang sudah terakreditasi untuk melakukan pemeriksaan sampel darah terhadap ratusan sapi tersebut.

”Untuk memastikan kalau sapi yang masuk ke Karimun itu tidak terinveksi dengan penyakit atau virus Jembrana. Karena, viru ini memang pertama kali dijumpai terhadap sapi bali yang ada di Bali di daerah Kabupaten Jembrana. Salah satu ciri-ciri sapi yang terkena penyakit ini suhu badan sapi sangat tinggi. Dan, penyakitnya bisa masuk ke dalam darah,” jelas Syauki. (san)

Respon Anda?

komentar