batampos.co.id – Sebagian besar sumber pendapatan asli daerah Tanjungpinang bersumber dari sektor pajak dan retribusi. Termasuk di dalamnya adalah retribusi parkir. Pada tahun ini, Pemko Tanjungpinang menargetkan raupan dari sektor parkir sebanyak Rp 1,3 miliar.
Namun hingga Juli kemarin, baru terealisasi separuh belaka. “Artinya ada keterlambatan realisasi target selama satu bulan. Jadi mesti kerja keras untuk mengejar sisanya hingga akhir tahun mendatang,” kata Sekda Kota Tanjungpinang, Riono, kemarin.
Kendati begitu, Riono masih optimistis target yang dipatok itu bisa terkejar hingga akhir tahun ini. Kuncinya, kata dia, terletak pada kedisiplinan juru parkir dan kesigapan Dinas Perhubungan yang membawahinya secara langsung.
“Karena itu perlu sinergi dan bertugas sesuai aturan yang ada. Saya yakin, akhir tahun ini target Rp 1,3 miliar itu bisa terkejar,” ungkap Riono.
Atas dasar itulah kemudian Dinas Perhubungan Tanjungpinang menggelar pelatihan pelaksanaan penyelenggaraan perparkiran di Aula Bulang Linggi, yang diikuti 140 juru parkir yang terdaftar. Pada pelatihan ini, seluruh juru parkir dilatih agar lebih terampil dalam melaksanakan kerjanya. Mulai dari penataan kendaraan yang tidak boleh sembarang, tapi juga harus mengandung unsur kerapian agar sedap dipandang dan kemudahan agar tidak mengganggu aksesibilitas jalan.
Kepala Dinas Perhubungan, Bambang Hartanto menjelaskan pelatihan ini dimaksud untuk memberikan informasi dalam rangka menanamkan pedoman tata cara perilaku sopan dan santun sesuai undang-undang yang berlaku dan norma-norma masyarakat yang bisa meningkatkan profesionalime sebagai juru parkir dalam pelayanan perpakiran sekaligus meningkatkan pengetahuan juru parkir dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pengguna jasa parkir. (aya)

Respon Anda?

komentar