Rabu, 6 Mei 2026

Rona Andaka : Mari Berpolitik dengan Santun

Berita Terkait

M Rona Andaka. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tanjungpinang, M. Rona Andaka mengajak semua penggerak partai politik di Tanjungpinang memberikan edukasi politik yang santun kepada masyarakat.

Menurutnya, dengan berpegang pada prinsip tersebut bisa meningkatkan partisipasi pemilih. Baik itu pada hajatan Pemelihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu).
“Parameter keberhasilan pesta demokrasi, bukan hanya berbicara siapa pemenangnya. Tetapi sebarapa banyak masyarakat yang mendukung pesta demokrasi tersebut,” ujar M. Rona Andaka, Rabu (9/8) di Tanjungpinang.
Dikatakannya, ia melihat tingkat partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pesta demokrasi di Tanjungpinang cenderung menurun. Tingginya angka Golput penyebabnya adalah rasa apatis masyarakat yang berlebihan. Persoalan ini harus disikapi bersama. Artinya bukan hanya penyelenggara Pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Perlu sinergi bersama bersama, sehingga bisa memberikan edukasi politik yang baik dan benar kepada masyarakat. Karena semakin apatis, maka konsekuensinya juga akan sangat buruk,” paparnya.
Ditegaskannya, sekarang ini penentuan data pemilih berdasarkan pengguna e-KTP. Pada tahapan ini nanti, KPU harus berhati-hati dan memberikan sosialiasi secara tuntas. Karena ia khawatir, akan terjadi potensi gaduhnya pesta demokrasi. Pada posisi ini, penggerak partai politik maupun semua elemen masyarakat juga harus memberikan pengawasan yang ekstra.
“Selain memberikan edukasi politik yang santun, tentu hasil yang diharapkan adalah sesuatu yang lebih baik diantar yang baik,” jelas pria yang punya peluang diusung maju sebagai salah satu kandidat pada Pilwako Tanjungpinang priode 2018-2023 mendatang.
Ditambahkannya, diera keterbukaan informasi sekarang ini, bukan eranya lagi berpolitik saling menjatuhkan dan memberikan edukasi politik yang tidak baik. Karena bisa berujung pada isu-isu yang berbau Suku, Ras, dan Agama (SARA). Dikataknnya, apabila terjadi SARA adalah akan timbulnya perpecahan antar sesama.
“Kita harus menjaga kebersamaan, meskipun berbeda pilihan. Mari kita jadikan perbedaan yang ada, adalah sprit untuk bersaing secara sehat dan memberikan yang terbaik,” tutup Rona Andaka.(jpg) 

Update