Bersyukur, hal yang patut kami lakukan hari ini, sempena usia ke 19 tahun Batam Pos.
Kami mensyukuri perjalanan koran yang kita cintai ini bisa melewati hari-harinya dengan baik. Koran ini bisa berjalan kuat, tidak tergerus arus perubahan zaman di era perkembangan media informasi dan komunikasi dengan teknologi terkini.

Hari ini, sembilan belas tahun lalu, kami memulainya. Memulai membangun koran Sijori Pos, yang beberapa tahun kemudian berganti nama menjadi Batam Pos.

Sepanjang hari-harinya sebagai penyandang predikat koran Pertama, Terbesar, dan Terpercaya di Provinsi Kepri, media ini telah berupaya maksimal menjalankan fungsi dan perannya yang strategis. Fungsi dan peran membangun satu pentas dan wahana komunikasi atas dinamika pembangunan masyarakat di Provinsi Kepri ini.

Selama rentang usianya, selain peran ideal yang diamanatkan Undang-Undang Pers, suka atau tidak, media ini sudah melekat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan masyarakat dari provinsi yang berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa ini. Baik itu bagi masyarakatnya yang tinggal di beberapa kota di Kepri, maupun yang di hinterland. Karena peta pemasaran koran ini sejak dari awal sudah beredar merata sampai ke pulau-pulau.

Hal lain yang tak bisa dipungkiri dan menjadi bagian terpenting dari sejarah itu adalah bahwa koran ini pionir pembawa perubahan di tengah hiruk-pikuk perkembangan media (pers) di provinsi ini.

Batam Pos telah mengawali dan terdepan mengambil bagian untuk mengisi ruang kebebasan pers di Kepri dan Batam khususnya, paling tidak pasca-reformasi.

Kehadiran koran ini juga menjadi momen dalam rangka melestarikan budaya minat baca bagi semua kalangan dalam konteks memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Itu sekelumit catatan penting tentang success story media cetak yang kita cintai ini.
Tentu tak pas juga bila tak mengapresiasi para pihak di balik langgengnya perjalanan kehidupan koran ini, yakni peran para stake holders.

Sebagai pelaku, kami tak akan bisa berdiri sendiri melakukan apapun tanpa ada satu kekuatan yang merespon dan memercayai kami.

Masyarakat pelanggan, pembaca, dan yang mencintai koran ini, itu modal utama sekaligus kekuatan yang sulit kami nilai harganya.

Kami ada karena peran masyarakatnya. Kami bisa berkarya karena didukung dan diterima penuh para pelanggan dan pembacanya. Koran ini bisa eksis sampai seusianya karena partisipasi aktif masyarakat pencintanya.

Demikian juga peran masyarakat pebisnis dan pelaku ekonomi, unsur pemerintahan, serta seluruh mitra kami. Kepada semua para stake holders dimana pun berada kami sampaikan terima kasih kami.

Atas beberapa karya yang kami torehkan selama ini sebagaimana disampaikan di atas, kami menyadari, masih banyak tugas dan tanggungjawab sosial yang kami emban yang belum terpenuhi sepanjang sejarah media cetak ini.

Tugas dan tanggungjawab moral pers dalam memajukan kesejahteraan masyarakatnya. Tugas mendorong pembangunan ekonomi politik, hukum, sosial dan budaya daerah ini dan lain sebagainya.

Sebagai pengelola koran, kami sangat memahami adanya kelemahan dan kekurangan dimana-mana, kapan saja dan terhadap siapa saja. Untuk itu, pada kesempatan ini izinkan kami menyampaikan mohon maaf.

Banyak hal yang memang harus kami perbaiki ke depan atas kelemahan itu agar koran ini bisa eksis sepanjang masa.

Berbagai terobosan dan inovasi cerdas adalah bagian yang harus dilakukan oleh internal kami nantinya, kalau media ini tak ingin tergilas oleh zaman.

Sebab, menurut beberapa pakar marketing dan ditambah keyakinan kami, masa depan koran untuk ukuran Indonesia sesungguhnya masih menjanjikan sepanjang pengelolanya bisa menjawab apa yang diperlukan oleh pasar.

Kekhawatiran tentang senjakala media cetak akibat kencangnya arus media digital lewat smartphone justru harus menjadi cambuk.

Ini memang satu tantangan berat dan sekaligus dijadikan peluang bila mau hidup “seribu tahun” lagi. ***

 

Oleh: Marganas Nainggolan
Direktur Utama Batam Pos

Respon Anda?

komentar