batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian tak menutup kemungkinan tingginya angka pengangguran di Batam ,mempengaruhi angka kriminalitas. Sehingga pihaknya sudah meningkatkan pengawasan, melalui berbagai cara salah satunya yakni patroli yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Pasti (tingginya pengangguran, mempengaruhi angka kriminalitas,red), tapi masih dalam batas toleransi. Dan saya melihat angkanya tak mengalami kenaikan,” katanya pada Batam Pos, Selasa (8/8).

Tapi walau begitu, Sam mengatakan melihat kemungkinan adanya kenaikan angka kriminalitas ini.

“Tren menuju peningkatan sudah mulai, melihat sekian ribu orang yang kehilangan mata pekerjaan,” ucapnya.

Agar angka kriminalitas ini, tak naik. Tak bisa diandalkan ke pihak kepolisian saja. Semua pihak harus bersinergi, mencipatakan lapangan kerja. Supaya dapat menampung para pengangguran itu. Ia meminta kepada semua pihak, agar tak memperkeruh atau memperuncing keadaan antara Pemko dan BP Batam. Sebab bila kedua instansi pemerintahan ini sejalan dan berdampingan. Sam yakin ekonomi Batam dapat tumbuh dengan baik.

“Kedua belah pihak ini memberikan kontribusi (mendatangkan,red) investor,” tuturnya.

Selain itu, Sam juga melihat persoalan yang berkembang saat ini seperti tuntunan dari pengusaha lambatnya pengurusan perizinan. “Saat ini pemerintah juga berusaha menertibkan regulasi dan mencarikan solusinya. Salah satunya itu Mall pelayanan publik,” ujarnya

Sam prihatin dengan tingkat pengangguran di Batam yang cukup tinggi. Ia berharap berbagai lapangan kerja tersedia, yang dapat menampung para pengangguran itu. “Kami pihak kepolisian, berusaha menjaga kondisi tetap kondusif. Agar semua pihak bisa berusaha dengan tenang,” ucapnya.

ilustrasi

Tak hanya itu saja, Sam mengatakan melalui Satgas pangan pihak kepolisian berusaha menjaga harga bahan pokok tetap ambang batas kewajaran. Sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat.

Sementara itu Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian, mengatakan bahwa pihaknya telah mengupayakan patroli saat jam dan daerah yang rawan. Lutfi mengatakan pihaknya setiap bulan, melalukan rekapitulasi tindak kejahatan.

“Kami buat anatomi. Untuk memetakan daerah mana yang rawan, jam berapa aksi kriminal terjadi,” tuturnya.

Agar dapat menekan angka kejahatan ini, ia meminta kepada semua intansi saling bersinergi, baik itu polisi, pemerintah daerah dan unsur aparat lainnya. Selain itu, Lutfi mengatakan pihak kepolisian mengkedapankan aksi pencegahan.

“Melalui Kring Reserse, Binmas atau Shabara,” ucapnya. (ska)

Respon Anda?

komentar