Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersendal jepit. (Jalaludin/Radar Lombok/JawaPos.com)

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkunjung ke Sembalun, Lombok Timur, Sabtu sore (12/8). Menteri yang dikenal nyentrik itu mengendarai sepeda motor dari Polsek Aikmel. Di belakangnya, belasan mobil pengawal dan pejabat Pemprov NTB serta Pemkab Lotim mengiringinya.

Setiba di Sembalun, Susi disambut para tokoh masyarakat setempat di rumah adat Lokak Sembalun Bumbung. Kedatangannya di Sembalun tersebut dilakukan setelah Susi berkunjung ke Sumbawa.

Dia sengaja datang untuk mencari tahu silsilah keluarganya. “Ibu Susi menyatakan bahwa buyutnya berasal dari Sembalun Pelawangan atau Sembalun Lawang,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Sembalun H Mustiadi N.H.

Susi sempat menemui Mustiadi. Mantan Kades Sembalun Lawang itu mengungkapkan, Susi menanyakan silsilah keluarganya yang ada di Sembalun. “Ibu Menteri mengaku mengetahui nama saya dari keluarganya yang ada di Sunda,” ungkap Mustiadi.

Susi sempat menceritakan, kakek buyutnya yang bernama Mpu atau H Ireng berasal dari Sembalun Pelawangan. H Ireng, sekitar 1927, menjadi kepala desa di Pangandaran, Jawa Barat.

Namun, masyarakat Sembalun tidak mengenal Mpu. Guna menelusuri silsilah keluarga Susi, Mustiadi harus mencari tahu dan merunut silsilah agar bisa mengungkap jati diri H Ireng. Setelah dapat mengungkap silsilah keluarganya, Mustiadi berjanji menghubungi Susi.

Mustiadi lalu bercerita kepada Susi bahwa pada 1354 M, Raja Sembahulun (yang pusat pemerintahannya berada di Sembalun Lawang saat ini) mengirim tiga utusan untuk belajar agama ke Bali, Jawa, dan Sumatera. Salah seorang di antara ketiga utusan yang belayar ke Jawa yang bernama Titiq Selim tidak kembali. Sementara itu, dua rekannya kembali ke Sembalun.

Diperkirakan, utusan Kerajaan Sembahulun ke Jawa yang bernama Titiq Selim tersebutlah yang kemudian menetap di Jawa (Sunda). Bisa jadi, Titiq Selim memiliki keturunan yang salah satunya adalah Susi Pudjiastuti. (lal/c24/ami)

Respon Anda?

komentar