Rabu, 29 April 2026

Cegah MERS, Ziarah ke Peternakan Unta Ditiadakan

Berita Terkait

Jemaah haji Bintan usai salat subuh antre membeli sarapan pagi
yang dijual pedagang makanan asal Indonesia di depan pemondokan. F. Iwan Mutaqim untuk Batam Pos.

batampos.co.id  –  Jemaah haji asal Kabupaten Bintan meniadakan ziarah ke
peternakan unta. Tujuannya mengantisipasi kemungkinan masuknya Middle
East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-COV). Sementara itu,
seorang jemaah haji asal Bintan mulai terserang batuk.

Ketua rombongan jemaah haji asal Bintan Iwan Mutaqim melalui pesan
whatsapp (wa) menyampaikan, sejauh ini kondisi seluruh jemaah haji
asal Bintan sehat meskipun ada seorang jemaah yang mulai terserang
batuk. “Sepertinya batuk biasa. Saya lagi mengambilkan obat ke petugas
kesehatan di sini,” kata Iwan.

Sejak jemaah haji tiba di bandar udara, kata Iwan, petugas kesehatan
haji mengimbau kepada seluruh jemaah agar selalu menjaga kebersihan.
Jemaah diminta mencuci tangan seusai dari toilet umum dan tidak
mendekati ataupun berselfi dengan onta serta selalu menggunakan masker
ketika berada di luar pemondokan.

“Masalah cuci tangan kami tidak bisa memantau semua jemaah. Tapi untuk
pemakaian masker, Alhamdulillah saya melihat semua jemaah sudah
mematuhi, misal saat mau ke Masjidil Haram,” katanya.

Ditiadakannya agenda ziarah ke peternakan unta, ia menjelaskan, ini
untuk mengantisipasi jemaah haji terserang virus Mers-COV karena unta
adalah salah satu media yang cepat menularkan virus tersebut.

Petugas kesehatan juga rutin memantau kesehatan jemaah. Meski sudah
disuntik vaksin meningitis sebelum berangkat, namun selama di
pemondokan, petugas kesehatan haji juga memeriksa tensi jemaah haji.
“Jemaah dengan risiko tinggi, tensinya selalu rutin diperiksa,” katanya.

Selain melaporkan kondisi kesehatan jemaah, Iwan juga melaporkan
kegiatan rombongan jemaah haji asal Bintan selama di tanah suci. Di
sana, jemaah haji baru menyelesaikan ziarah ke Mina, Jabal Rahman,
Bukit Sur, dan ke Arafah.

“Bagi yang sehat dan kuat, akan salat lima waktu di Masjidil Haram. Kalau yang tidak kuat, salatnya di pemondokan, di sini disediakan ruang salat,” tukasnya. (cr21)

Update