Anggota Polisi mengevakuasi mayat Mr X di Jalan Trans Barelang depan Perumahan Cipta Asri, Sagulung, Selasa (15/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Mayat seorang pria ditemukan mengambang dalam gorong-gorong pinggir jalan Trans Barelang persisnya di simpang Panti Asuhan Permate, Tembesi, Sagulung, Selasa (15/8) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ditemukan jenazah pria naas itu sudah bengkak dan membusuk. Diduga sudah tiga hari kornan meninggal dan jenazahnya sengaja dibuang ke dalam gorong-gorong tersebut.

Jenazah pria naas itu, pertama kali ditemukan oleh Defri, penjual gorengan yang menjajahkan gorengan tak jauh dari lokasi gorong-gorong tersebut.”Saya baru datang juga. Karena jalanan debuh, saya berniat mau nyiram jalan ini. Makanya saya ke parit (gorong-gorong) itu mau ambil air,” kata Defri.

Saat berada dibibir gorong-gorong Defri, langsung mencium bau bangkai yang menyengat. Dia lantas mencoba mengamati lokasi gorong-gorong tersebut sebab dalam benaknya sudah menduga jika bau yang menyengat itu bangkai mayat manusia.”Awalnya tak kelihatan, tapi setelah saya lihat secara detail rupanya ada mayat,” ujar Defri.

Saat ditemukan, mayat tersebut mengambang dengan posisi tengkurap. Separuh badan bagian dada hingga kepala masuk ke dalam gorong-gorong. Dari posisi tersebut, korban yang mengenakan baju kaos hitam dan celana panjang jeans itu diduga sempat terseret arus air sebelum tersangkut dan mengambang di dalam gorong-gorong tersebut. “Badanya sudah bengkak semua, tapi masih lengkap pakainnya,” ujar Defri.

Melihat itu Defri, lantas melapor ke Mako Satbrimob Polda Kepri yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi penemuan mayat itu. Laporan tersebut ditindak lanjut anggota Brimob yang langsung turun mengamankan lokasi kejadian sebelum laporan diteruskan ke Polsek Sagulung.

Anggota gabungan dari Polsek Sagulung, Rekrim dan tim Inafis Polresta Barelang yang melakukan olah TKP cukup kesulitan mengevakuasi jenazah korban. Itu karena gorong-gorong lokasi penemuan mayat tersebut cukup sempit dengan kedalaman sekitar empat meter. Kondisi parit yang tergenang air juga memperburuk situasi. Hampir satu jam lebih polisi bersama warga mencoba evakuasi jenazah korban keluar. Jenazah korban berhasil dievakuasi menggunakan alat bantu tali untuk tarik dari dalam gorong-gorong.

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa. (eja)

Respon Anda?

komentar