Sri Wahyuni Syarafuddin pemilik Sakira Kreatif sedang membuat kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas.

batampos.co.id – Kreatifitas yang ada pada diri seseorang bisa dijadikan usaha sampingan dan sekaligus bisa memberikan penghasilan. Seperti kreatifitas mengolah berbagai jenis limbah atau barang bekas menjadi hiasan yang dapat digunakan di rumah sebagaimana yang saat ini dilakukan Sakira Kreatif yang ada di Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimu.

”Awalnya, hanya mencoba-coba membuat kotak tempat tisu dari koran bekas. Setelah berhasil membuatnya, terasa ada yang kurang. Karena, harus ditambah lagi dengan barang lain, sehingga kotak tisu ini bisa terlihat menarik dan tidak terlihat seperti barang bekas. Akhirnya, saya tambahkan cangkerang bekas untuk diletakkan di bagian luar,” ujar pemilik Sakira Kreatif, Sri Wahyuni Syarafuddin kepada batam Pos, Sabtu (12/8).

Selanjutnya, kara Yuni, dia mulai berfikir untuk membuat barang lain menggunakan barang bekas lain. Seperti plastik yang berasal dari kantong kopi, sisik ikan, sendok plastik dan kantong bawang. Dari barang-barang bekas tersebut dia bisa mebuat berbagai jenis barang. Selain kotak tisu tadi, juga bisa dijadikan bunga untuk hiasa di meja, bunga telur yang biasa untuk pesta pernikahan atau khitanan, gantungan kunci dan bros atau maninan jilbab.

”Kegiatan membuat barang-barang kerajinan yang berasal dari barang bekas sudah berjalan tujuh tahun atau tepatnya sejak 2010. Selain untuk dipakai sendiri, ada juga yang memang untuk dijual. Harganya bervariasi dari yang murah Rp2 ribu sampai dengan Rop800 ribu. Semakin seulit dalam membuat suatu barang dari limbah, maka hanrganya akan semakin tinggi. Hasil penjualan sudah tentu bisa membantu ekonomi keluarga,” paparnya.

Disinggung tentang jumlah pekerja, Yuni menyebutkan, Sakira Kreatif hanya merupakan home industry, sehingga yang bekerja hanya dia sendiri dan dibantu keluarganya.

”Sudah beberapa kali hasil kerajinan tangan tersebut ikut dalam berbagai pameran,” kata Sri Wahyuni. (san)

Respon Anda?

komentar