Petugas KUA Toapaya membimbing sepasang pengantin yang akan ijab kabul
saat mengikuti nikah massa di kantor KUA Toapaya, Selasa (15/8).

batampos.co.id – 8 pasangan warga lokalisasi Km 24 Toapaya
mengikuti nikah massal. Nikah massal yang diikuti 8 pasangan itu
berlangsung haru di aula Kantor Camat Toapaya, Selasa (15/8) pagi.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Toapaya, Rahmad menuturkan,
seharusnya ada 10 pasangan yang mengikuti nikah massal.

Namun, sepasang absen sehingga 9 pasangan saja yang mengucapkan ijab kabul di
kantor KUA Toapaya. Dari 9 pasangan yang mencatatkan pernikahannya secara sah di
buku nikah KUA, ia menyebut ada 8 pasangan yang merupakan warga lokalisasi Km 24. Menariknya, beberapa pasangan usianya sudah lanjut sehingga ada yang harus beberapa kali mengucap ikrar sehidup semati itu.

Bahkan, pasangan pertama Tuin Lia harus mengulang ijab kabul sebanyak
tiga kali. Adapun pasangan yang menikah di nikah massa itu, yakni
Tuin-Lia, Aco-Ani, Wawan-Hesti, Agus-Silvia, Zulfan-Yani, Ram-Fitri,
Iwan-Ami, Dani-Aam dan Nardi-Narsiah.

“Mereka yang ikut nikah massa ini sebenarnya sudah menikah, hanya
belum tercatat di buku KUA,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RW lokalisasi Km 24, Abdul Manaf mengatakan,
sebenarnya banyak pasangan di lokalisasi yang sudah menikah siri tapi
belum tercatat secara negara di buku nikah.

“Banyak yang tidak memenuhi syarat, jadi 8 pasangan saja yang ikut,”
katanya.

Bahkan, ia mengatakan, ada pasangan yang dinikahkan saat itu,
ada yang sudah memiliki 4 orang anak, seperti pasangan Aco dan Ani.
Ia mengakui, antusias warga lokalisasi untuk mengikuti nikah massal
sangat tinggi, karena nikah ini dilakukan gratis alias tanpa dipungut
biaya.

Sebelumnya, Kakanmenag Bintan, Erizal Abdullah mengatakan, dibentuknya
KUA Toapaya untuk meminimalisir pernikahan siri di daerah tersebut,
karena banyak pernikahan yang tidak terdata secara administrasi
sehingga petugas KUA sulit mengetahui sudah berapa kali mereka
menikah. (cr21)

Respon Anda?

komentar