batampos.co.id – Perkembangan pariwisata Indonesia
bergerak cepat dalam dua tahun belakangan ini. Bahkan
dalam ranking internasional, untuk urusan pariwisata
Indonesia sudah menyalip negara tetangga Malaysia.
Provinsi Kepri menjadi salah satu destinasi wisata yang
memberikan pengaruh besar bangkitnya wisata Indonesia.
“Di tahun 2017 ini, pariwisata Indonesia berada pada
ranking 42 dunia. Melesat jauh jika dibandingkan tahun
2015 lalu, yakni pada posisi 70,” ujar Kepala Bidang
Komunikasi Media Ruang Mancanegara, Kementerian
Pariwisata, Elizabert Hutagaol disela-sela kegiatan
Sosialisasi Branding Destinasi Kepulauan Riau di Hotel
Aston, Tanjungpinang, Rabu (16/8).
Dikatakannya, peluncuran 10 Destinasi Branding sudah
dilakukan pada Juni lalu. Terobosan ini dilakukan, untuk
memberikan daya pikat. Sehingga pada 2019 mendatang,
Indonesia bisa menarik masuk 20 juta wisatawan mancanegara
(Wisman). Karena target besar, Menpar adalah menjadikan
pariwisata Indonesia tembus empat besar dunia.
Disebutkannya, kesepuluh destinasi dengan branding baru
ini antara lain Bandung, Bali, Jakarta, Kepri, Joglosemar
(Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.
Adapun nama-nama brand yang diluncurkan antara lain,
Colorful Medan, Wonderful Riau Island, Enjoy Jakarta,
Stunning Bandung, Java Cultural Wonders, Majestic
Banyuwangi, Bali the Island of Gods, Friendly Lombok,
Explore Makassar, serta Coral Wonders untuk Bunaken,
Wakatobi, dan Raja Ampat.
“Tentu Wonderful Riau Islands menjadi sesuatu yang spesial
bagi Kepri. Karena bisa disejajarkan dengan Wonderful
Indonesia. Artinya dimanakan Wonderful Riau Islands, sudah
pasti membawa Wonderful Indonesia,” papar Elizabert
Dijelaskannya, kenapa Kepri menjadi salah satu Destinasi
Branding. Karena sudah memiliki sarana dan prasarana
pendukung pariwisata. Kepri juga punya peran sangat
strategis untuk mendatangkan banyak wisman ke Indonesia.
Sehingga diharapkan bisa membantu mencapai 15 juta wisman
tahun ini. Lebih lanjut, Elizabert mengatakan destinasi pariwisata
Indonesia yang gencar dipasarkan karena sudah berkembang,
serta destinasi yang masih dikembangkan. Berbagai
destinasi memang dikategorikan berdasarkan kesiapan
amenitas, atraksi dan akses masing-masing, untuk menyambut
wisatawan.
Ia menyebutkan kesiapan 10 destinasi utama dan branding
baru ini menyangkut dalam unsur 3 A (Atraksi,
Aksesibilitas, dan Amenitas) yang memudahkan wisatawan
apabila berkunjung ke masing-masing destinasi, untuk
menikmati fasilitas, sarana akomodasi, ataupun atraksi
unggulan yang berada di daerah tersebut.
“Kepri merupakan daerah yang unik dengan segala
pesonanya. Maka sudah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata
Bahari Indonesia,” tutup Elizabert.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan
Pemasaran, Dispar Kepri, Sri Astuti dalam kesempatan
tersebut mengatakan, 20 persen Wisman yang masuk ke
Indonesia disumbangkan oleh Kepri. Tahun ini, Kemenpar
menargetkan 2.5-3 juta wisman datang ke Kepri.
“Kami di daerah terus berupaya untuk mendatangkan wisman
sebanyak mungkin Kepri. Tentu membutuhkan kerja keras
untuk itu, dan butuh dukungan dari Kemenpar,” ujar Sri
Astuti.(jpg)

Respon Anda?

komentar