Pasukan Pengibar Bendera saat akan melakukan pengibaran Bendra Merah Putih pada peringatan HUT RI-72 didataran engku Putri Batamcenter, Rabu (17/8) Inzet Esther. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembaca, kenalkan nih Esther Tjundawan. Gadis berparas cantik ini siswa SMA Yos Sudarso Batam.

Esther didaulat menjadi pembawa bendera pada upacara detik-detik proklamasi dalam peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia tingkat Kota Batam di Lapangan Engku Putri, Kamis (17/8).

“Saya memang sudah lama tertarik menjadi anggota Paskibraka. Dipilih sebagai pembawa baki bendera pusaka itu tak terpikirkan oleh saya,” katanya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini mengungkapkan perasaan gugupnya saat membawa baki bendera di hadapan Walikota Batam. Dara penyuka warna hitam ini sempat takut salah langkah saat naik podium.

“Deg-degan takut salah, tapi saya berusaha maksimal dan berdoa saja,” katanya.

Berkat latihan satu bulan penuh, Esther mengaku bisa tampil maksimal meski harus merelakan waktu tidur. “Persiapannya mulai jam 1 dini hari, kami sudah latihan. Barulah pagi harinya mulai dirias,” ucapnya.

Sebelumnya, Esther dan Paskibra yang lain menjalani karantina pada 30 Juli lalu. Proses seleksi dan latihan menyisakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan sebelum mengibarkan sang saka merah putih.

“Waktu-waktu itu sangat berharga, kebersamaannya benar-benar terasa,” ujar Esther.

Putri dari pasangan Revina Tampubolon dan Hongkeng Tjundawan ini juga mengungkapkan hal menarik ketika ditanya cita-citanya. Meski sangat bangga menjadi paskibra, ia bercita-cita menjadi seorang penyanyi. “Di waktu senggang pulang sekolah saya suka menyanyi. Bahkan ikut les piano.” ungkapnya.

Sebagai ibu, Revina Tampubolon mengaku bisa berbangga anak bungsunya ini bisa membuktikan kemampuannya dalam baris berbaris, bahkan bisa dipercaya membawa baki bendera merah putih.

“Bangga. Kami sangat mendukung apapun kegiatan anak kami yang positif,” kata Revina bersama suaminya, Hongkeng Tjundawan. (cr18)

 

 

 

 

Respon Anda?

komentar