Foto bersama pimpinan PT BRC Lagoi. Group General Manager PT BRC Abdul Wahab, General Manager Administrasi PR BRC Aditya Laksamana, General Manager Operasional PT BRC Prakash Nair, dan Sekcam Teluk Sebong, Reza Pahlevi bersama paskibraka dari SMP Tunas Bangsa, Lagoi, Kamis (17/8).

batampos.co.id – Bintan Resorts Cakrawala (BRC) Lagoi menggelar upacara memperingati HUT ke 72 Republik Indonesia di lapangan bola kawasan
pariwisata terpadu Lagoi, Kamis (17/8) sekitar pukul 07.00 WIB.

Hadir di upacara tersebut, Group General Manager BRC Abdul Wahab, General
Manager (GM) Administrasi BRC Aditya Laksamana, General Manager (GM)
Operasional BRC Prakash Nair dan Senior Manager Administrasi BRC, Edi
Martha. Dari pemerintahan terlihat Sekretaris Camat Teluk Sebong Reza
Pahlevi.

Pantauan di lapangan, upacara peringatan HUT ke 72 RI berlangsung
khidmat. Para pasukan pengibar bendera (paskibra) dari SMP Tunas
Bangsa, Lagoi terlihat sigap saat menaikkan bendera Merah Putih di
upacara pagi itu. Upacara pagi itu juga diikuti pekerja yang berada
di Lagoi.

Group General Manager BRC, Abdul Wahab menyampaikan BRC Lagoi akan
berusaha merealisasikan visi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam
meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 20 juta turis ke
Indonesia pada tahun 2019.

“Karena itu, kita sedang kerja keras agar di tahun 2019 bandara Bintan
Resort Airport selesai,” ucapnya.

Harapan lain di hari kemerdekaan ini, ia menyampaikan BRC komitmen
menghasilkan generasi muda yang berkualitas di bidang pendidikan
melalui Sahid Bintan Tourisem Institute dan lembaga pendidikan yang
dikembangkan BRC di Lagoi. Menurutnya, pendidikan adalah modal dan
tonggak sebuah bangsa bisa cemerlang di kemudian hari. “Kita berharap
semakin banyak pekerja lokal yang dipekerjakan di Lagoi,” harapnya.

General Manager BRC Lagoi, Aditya Laksamana mengatakan, untuk bandara
Bintan Resort Airport sudah dilakukan pematangan lahan untuk landasan
dan terminal. BRC serius mengembangkan industri penerbangan. Di lahan
bandara itu, bakal juga dibangun MRO dari Sriwijaya. “Targetnya 2 tahun selesai, mungkin bisa bersamaan dengan MRO,” katanya. Jika

beroperasi, investasi senilai 150 juta US dollar itu akan¬†mempekerjakan sekitar 10 ribu tenaga kerja tersebut. “Kita optimis¬†terhadap dunia pariwisata, karena usaha yang kecil pengaruhnya terkena¬†krisis. Pariwisata juga menjadi primadona
saat ini,” tukasnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar