Gubernur Kepri Nurdin Basirun melihat rencana pembangunan Waduk Kawal, Bintan saat meninjau lokasi tersebut, Jumat (18/8). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta kepada instansi terkait pembangunan waduk di Kawal, Pulau Bintan, agar segera menyelesaikan segala kendala. Masalah pembebasan lahan harus cepat tuntas agar pengerjaan dapat segera digesa.

“Tujuan kita jelas untuk mendorong percepatan pembangunan kebutuhan dasar bagi masyarakat khususnya air bersih,” ujar Nurdin saat meninjau lokasi pembangunan waduk di kawasan kebun kelapa sawit di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Jumat (18/8).

Oleh karna itu Nurdin berpesan kepada instansi terkait dalam pengerjaan pembangunan waduk ini agar segera merampungkan berbagai permasalahan.

Seperti yang dituturkan Bhakti, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kementrian PU Direktorat Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, bahwa proses pemetaan wilayah sudah terorganisir dengan baik namun beberapa kendala masih harus diselesaikan agar pengerjaan dapat segera dilaksanakan.

“Data Status hutan sudah jelas, sesuai SK MenLHK nomor 76 tahun 2016, namun masih ada kendala yakni pembebasan lahan antara lain seluas 16.3 Hektar milik PT. Tirta Madu dan lahan seluas 38.9 Hektar milik PT. Sunny Mas,” ujar Bhakti.

Waduk yang menggunakan dana APBN ini dibangun di atas lahan 220 hektare dengan debit air 400 liter per detik. Lama pengerjaannya sekitar 2 Tahun.

“Kita usahakan lepas lima hektare dulu untuk pembangunan di tahun 2017 ini, dan proses penyelesaian itu tinggal sedikit lagi akan rampung. Targetnya waduk dapat digunakan mulai tahun 2019 yang tujuan awalnya untuk menutupi defisit air di sebagian pulau Bintan dan sebagian Kota Tanjungpinang,” sambung Bhakti.

Bhakti menambahkan selain kendala tersebut, tidak ada kendala lain karna pembebasan pemukiman warga sudah diselesaikan. Hadir pula salah satu tokoh masyarakat setempat yakni Sayid yang mengatakan bahwa warga setempat sudah tidak memiliki permasalahan lagi.

“Karna memang belum banyak yang menempati lahan di sini. Kami sebagai warga siap mengawal setiap proses pembangunan dan sangat mendukung program dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan air bersih di sini,” ujar Sayid.

Mendengar hal tersebut, Nurdin langsung merespon cepat dan mengistruksikan kepada perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) syafirman untuk membantu mengurus alokasi tanah yang diberikan kepada masyarakat yang lahannya dipakai.

“Kami akan menyediakan sertifikat tanah untuk ganti rugi warga yang lahannya digunakan, namun agar didata lebih rinci lagi berapa banyak jumlah tanah yang dibutuhkan dan kami akan menyediakan pula tiang-tiang lampu jalan agar jalur menuju waduk dapat penerangan untuk malam hari,” ujar Nurdin.

Meskipun medan yang dilalui untuk sampai ke lahan tempat pembangunan waduk tersebut harus melewati jalan sempit belum beraspal melalui perkebunan sawit sekitar hampir 1 jam itu Nurdin Optimis pembangunan waduk dapat segera berjalan dan lancar hingga selesai.

“Inilah bentuk kerja bersama seperti tema kemerdekaan tahun ini, Indonesia Kerja Bersama. Pemerintah daerah dan pusat dapat saling berkolaborasi, dana pembangunan waduk berasal dari pusat dan daerah akan menyiapkan dana untuk membangun infrastruktur penunjang lainnya di sekitar waduk. Juga instansi terkait tetap terus berkoordinasi dan tak lupa dukungan penuh masyarakat setempat, maka kita optimis kebutuhan dasar masyarakat ini terwujud segera,” tutup Nurdin.

Hadir bersama Gubernur pada peninjauan tersebut Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, dan Kepala Dinas PU Abu Bakar. (bni)

Respon Anda?

komentar