Ilustrasi

batampos.co.id – Kiki Amanda, warga Mandalay, Sagulung batal membeli beras di pasar Fanindo.

Dompetnya yang berisikan sejumlah uang tunai hilang digondol pencopet saat berada di dalam kawasan pasar Fanindo, Sabtu (19/8) sore.

Saat mengadu ke Mapolsek Batuaji Kiki mengaku, aksi pencopetan itu terjadi saat dia berada di dalam kawasan pasar. Suasana pasar yang ramai, membuat Kiki tak sadar jika dompetnya telah diambil orang tak dikenal. “Dompet itu dalam tas yang saya jinjing. Saat mau beli beras, rupanya sudah tak ada lagi. Tas saya sudah posisi terbuka,” ujar Kiki, Minggu (20/8) pagi.

Saat ketahuan hilang dompetnya, Kiki berusaha mencari ke sepanjang lokasi pasar yang dilaluinya namun tak membuahkan hasil. Pedagang dan warga yang ada dipasar malah memastikan jika dompetnya itu sudah dicopet orang.

“Pedagang di sana juga sudah geram, katanya memang sering terjadi pencopetan di pasar itu,” ujar Kiki.

Atas kejadian itu Kiki kehilangan uang tunai sebesar Rp 200 ribu beserta KTP dan kartu ATM yang ada di dalam dompetnya.

Pihak kepolisian Batuaji saat dikonfirmasi mengaku tidak menindak lanjuti laporan itu, sebab Kiki hanya membuat surat kehilangan, KTP dan kartu ATM saja.

“Kalau kejadiannya tak dilaporkan. Dia hanya buat surat kehilangan saja agar diurus KTP dan ATM yang baru,” ujar salah seorang anggota Polisi di sentral pelayanan kepolisian (SPK) Polsek Batuaji.

Namun demikian untuk upaya pencegahan, kata Polisi tersebut, pihaknya tetap turun patroli ke lokasi pasar tersebut. (eja)

Respon Anda?

komentar