Foto ilustrasi.dok.JPNN

batampos.co.id – Seorang satpam yang bekerja di salah satu swalayan Tanjungbalai Karimun, Francisco,41, ditemukan tewas tergantung di pohon mangga di depan rumahnya di Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Minggu (20/8)

”Orang yang pertama menemukan Francisco dalam keadaan tergantung di pohon mangga depan rumah adalah istrinya sendiri, pukul 07.30 WIB ketika istrinya baru bangun tidur,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Tidak lama kemudian, tetangga korban membantu menurunkan Francisco yang tergantung dengan memotong tali nilon. Pada saat polisi datang bersama tim Inafis, mayat Francisco sudah dibawa ke dalam rumah.

Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis, pada tubuh korban dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selain itu, jika dilihat dari mayat yang sudah kaku diperkirakan korban telah meninggal dunia dengan cara gantung diri lebih dari empat jam. Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan dari keluarga.

”Berdasarkan pengakuan keluarga kepada polisi bahwa sebelum Francisco ditemukan telah meniggal dunia, malam harinya, saat korban pulang kerja terjadi pertengarakan antara Francisco dan istrinya. Tidak dijelaskan secara detil apa yang menjadi penyebab pertengarakan, hanya keluarga menyatakan pertengkaran biasa. Setelah itu, istri dan anak Francisco pada pukul 22.00 WIB langsung tidur dan baru pagi harinya mengetahui hal ini,” paparnya.

Menyinggung tentang pemeriksaan lebih lanjut terhadap Francisco ke RSUD, Lulik menyatakan, bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum et repertum, sehingga pada saat itu juga polisi menyerahkan jenazah Francisco kepada keluarga.

”PIhak keluarga tidak ingin dilakukan visum oleh penyidik ke rumah sakit dan atas hal ini kita buatkan berita acara penolakan visum dari keluarga. Selain itu, penyebab meninggalnya memang murni gantung diri, karena tidak ditemukan ada tanda bekas kekerasan,” ungkapnya. (san)

Respon Anda?

komentar