Suasana kampung di Tanjungpinang. F. Dok Batam Pos.
batampos.co.id – Pengentasan angka kemiskinan masih
menjadi prioritas kerja pasangan kepala daerah Lis
Darmansyah-Syahrul di sisa masa jabatannya kurang dari enam
bulan mendatang.
Hanya saja, kerja ini bukan hal yang mudah. Wakil Wali Kota
Tanjungpinang, Syahrul mengungkapkan perkara utama yang jadi kendala adalah pola pikir masyarakat.
Hal ini, kata Syahrul, berkenaan pada keinginan masyarakat
yang masih ingin terus mendapatkan bantuan dari apapun
jenisnya.
“Baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah
pusat. Padahal kalau memang benar sudah mampu seharusnya bisa lebih mandiri, bukan menganggap dirinya tidak mampu,” kata Syahrul, kemarin.
Merujuk pada hasil survey Badan Pusat Statistik dan BPJS
Tanjungpinang, diketahui masih ada 13 ribuan jiwa orang miskin
di Tanjungpinang. Hal ini didasari dan mengacu pada masih
banyaknya para penerima bantuan pelbagai program yang
dikucurkan pemerintah daerah maupun pusat.
Menurut Syahrul, semestinya mereka yang sudah menerima bantuan itu tidak lantas menjadi ketergantungan dan perlu belajar mandiri. Kecuali bagi mereka yang benar-benar masih
kekurangan. Sebab itu pula Syahrul meminta kepada tokoh-tokoh masyarakat maupun pemuka agama agar lebih menggencarkan pengubahan pola pikir ini.
“Bagaimana pun dengan menanamkan semangat dalam diri
bahwasanya tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di
bawah itu penting untuk hidup yang lebih baik,” ungkap Syahrul
yang juga Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan di Tanjungpinang
ini. Merujuk pada data resmi yang dilansir BPS Provinsi, pada
periode Maret-September 2016 jumlah penduduk miskin di Kepri
masih ada sebanyak 119.143 jiwa dan ini menjadi pekerjaan
rumah bersama bagi pemerintah daerah. (aya)

Respon Anda?

komentar