Sukatno, memperlihatkan air laut olahan di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang, Selasa (25/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengungkapkan saat ini tengah dilakukan penghitungan tarif Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Namun diperkirakan kisaran tarif yang akan dipatok tiap meter kubik di angka Rp 15.000 sampai Rp16.000 ribu.

Menurutnya, angka tersebut cukup terjangkau. “Hitungan ekonomisnya jadi lebih murah karena air SWRO ini bisa langsung diminum. Jadi masyarakat gak perlu beli air galon lagi,” ujar Lis, Selasa (22/8).

Karena masih dalam tahap penghitungan, Lis melanjutkan, belum ada kepastian soal harga. Namun ia mengharapkan kelak angka yang disepakati tetap mempertimbangkan keterjangkauan bagi masyarakat Tanjungpinang.

“Buat apa kan kalau dibuat di Tanjungpinang tapi tak bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, wewenang pengelolaan SWRO yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini berada di Pemko Tanjungpinang. Hal ini dipastikan setelah dilakukan proses serah terima wewenang dari yang sebelumnya milik Pemprov Kepri.
Sementara untuk aset, Lis mengaku Pemko Tanjungpinang masih keberatan lantaran akan terbebani biaya perawatan.

“Tapi kalau biaya operasional bisa diambil dari tarif yang dibayarkan pelanggan tiap bulannya,” pungkas Lis. (aya)

Respon Anda?

komentar